Era HP Android Murah Berakhir Akibat Kenaikan Harga Permanen

Ilustrasi HP Android (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 00:19:27 WIB

JAKARTA – Firma riset IDC merilis proyeksi terbaru mengenai pasar smartphone global untuk tahun 2026. Dampak krisis komponen RAM terhadap industri ponsel pintar diperkirakan jauh lebih parah ketimbang proyeksi awal.

Pengiriman smartphone secara global diprediksi bakal merosot hingga 16,7 persen pada tahun ini. Angka penurunan tersebut lebih dalam dibandingkan estimasi IDC pada Mei lalu yang sebesar 13,9 persen.

Kelangkaan pasokan komponen seperti memori menjadi pemicu utama kemerosotan ini. Harga komponen RAM serta NAND melonjak lebih dari 300 persen secara tahunan karena produsen chip memprioritaskan produksi untuk pusat data AI.

Pabrikan ponsel tidak lagi sanggup menyerap lonjakan biaya produksi sehingga harga jual rata-rata melonjak 27,61 persen menjadi USD 581. Tren kenaikan harga ponsel pintar ini diproyeksikan terus berlanjut sampai 2027.

"Tsunami memori yang telah kami peringatkan kini menghantam pasar sepenuhnya, dan konsumen mulai membayar tagihan AI," kata Francisco Jeronimo, Vice President for Worldwide Client Devices IDC, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Era smartphone murah telah berakhir. Mulai sekarang, pemenangnya adalah vendor dengan skala dan posisi tawar untuk mempertahankan permintaan. pada harga yang belum pernah harus dibayar ooleh konsumen sebelumnya," sambungnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Produsen ponsel Android menjadi pihak yang paling terdampak oleh krisis pasokan tersebut. Total pengapalan perangkat Android diprediksi merosot 24,3 persen pada 2026 akibat tumbangnya pasar kelas bawah.

"Vendor ponsel Android yang fokus pada perangkat low-end, yang sudah beroperasi dengan margin keuntungan yang sangat tipis, memangkas model low-end dan mendorong campuran produk high-end," tulis IDC dalam laporannya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kondisi ini turut mengubah pola pembelian masyarakat dalam memilih ponsel pintar. Kenaikan harga pada segmen menengah membuat konsumen kini lebih melirik ponsel kelas flagship.

Hampir seluruh segmen ponsel diproyeksikan mengalami penurunan sepanjang 2026, kecuali kategori ponsel layar lipat. Kategori ini diperkirakan tumbuh 12,6 persen berkat dorongan penjualan Galaxy Z Fold 8 serta potensi hadirnya iPhone layar lipat.

Reporter: Akbar