TEROPONGBISNIS.ID — Warga sekitar sempat panik dan berlarian keluar rumah. Dentuman yang terdengar hingga radius satu kilometer itu sempat dikira gempa bumi karena getarannya terasa kuat hingga ke rumah-rumah tetangga.
Rumah Hancur dan Korban Tertimpa Reruntuhan
Ledakan tersebut merobohkan bagian depan dan belakang rumah Muhamad Ali. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di dalam rumah setelah tertimpa reruntuhan dinding bangunan.
Istrinya, Iyah Saiyah, mengalami luka bakar serius di sekujur tubuh. Ia sempat ditolong warga sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Banten untuk mendapatkan perawatan intensif.
Saksi: Getaran Terasa Seperti Gempa Bumi
Bahrul, warga yang rumahnya berjarak sekitar 150 meter dari lokasi, menuturkan tanah terasa bergoyang saat ledakan terjadi. "Itu tanah kayak goyang, kayak gempa bumi. Pada keluar semua, langsung pada lari ke sumber suara," ujarnya, Kamis (27/8/2026).
Ia menambahkan suara ledakan masih terdengar jelas sampai ke kebun panili yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumah korban.
Warga lain, Imas, mengaku kaget dengan suara ledakan yang sangat keras. "Suaranya gede banget, sampai geter rumah. Warga semua kaget keluar rumah karena bunyinya keras," katanya. Ia menyebut korban memang beraktivitas sebagai nelayan dan diduga ledakan berasal dari bom ikan.
Warga Sempat Takut Terjadi Ledakan Susulan
Sarka, warga setempat, mengungkapkan bahwa dirinya dan sejumlah warga awalnya tidak berani mendekat ke lokasi kejadian. Kekhawatiran utama adalah masih adanya material berbahaya yang bisa memicu ledakan susulan.
"Belum berani mendekat, takut kita juga. Takutnya masih ada bahan-bahan berbahaya, takut meledak lagi. Baru dari polisi pada datang, ngecek TKP," ungkap Sarka.
Polisi Lakukan Sterilisasi dan Olah Tempat Kejadian
Tim Gegana dan Inafis Polda Banten langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan sterilisasi dan penyelidikan. Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyatakan pihaknya masih mendalami penyebab pasti ledakan tersebut.
"Tim Gegana masih melakukan sterilisasi. Selanjutnya tim Inafis telah melakukan olah TKP untuk mengumpulkan barang bukti guna mencari penyebab pasti peristiwa tersebut," kata Maruli.
Penyelidikan juga menyasar kemungkinan penggunaan bahan berbahaya untuk aktivitas menangkap ikan oleh korban. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jenis bahan peledak yang digunakan.