TEROPONGBISNIS.ID — Pendirian Bank Mandiri berlangsung saat pemerintah tengah menjalankan program restrukturisasi perbankan. Nilai tukar rupiah yang jatuh tajam sejak 1997 memicu masalah likuiditas di banyak bank, kualitas kredit memburuk, dan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan merosot.

Dalam situasi tersebut, pemerintah melakukan berbagai langkah penyelamatan, mulai dari penutupan bank bermasalah, pengambilalihan, hingga rekapitalisasi. Salah satu kebijakan kuncinya adalah membentuk bank besar melalui penggabungan empat bank pemerintah.

Dokumen Kementerian Keuangan mencatat, pada 11 September 1998 pemerintah membentuk tim koordinasi untuk melaksanakan penggabungan BBD, BDN, Bapindo, dan Bank Exim. Pendirian Bank Mandiri sendiri diresmikan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 1998 dan Akta Notaris Nomor 10.

Empat Bank dengan Akar Sejarah Panjang

Keempat bank yang dilebur ke dalam Bank Mandiri memiliki warisan sejarah yang jauh lebih tua. Sebagian jejaknya bahkan tertelusur hingga aktivitas perbankan era kolonial abad ke-19.

Bank Dagang Negara (BDN) berakar dari Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij yang didirikan di Batavia pada 1857. Setelah melalui nasionalisasi dan sejumlah perubahan nama, lembaga ini berkembang menjadi BDN yang dikenal membiayai sektor industri dan pertambangan.

Bank Bumi Daya (BBD) memiliki keterkaitan dengan De Nationale Handelsbank NV, bank Belanda yang dinasionalisasi menjadi Bank Umum Negara pada 1959. Pada 1965, bank ini masuk ke struktur Bank Negara Indonesia sebagai Unit IV, lalu tiga tahun kemudian berubah menjadi Bank Bumi Daya.

Jejak Kolonial di Museum Mandiri

Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim) mencatat sejarah kelompoknya hingga 1824, dengan kegiatan perbankan aktif sejak 1870. Bank ini berperan dalam pembiayaan ekspor-impor Indonesia.

Salah satu peninggalan Bank Exim masih bisa dilihat di Jakarta. Bangunan yang kini dikenal sebagai Museum Mandiri di kawasan Kota Tua sempat digunakan sebagai kantor pusat Bank Exim. Gedung tersebut awalnya dibangun untuk Nederlandsche Handel Maatschappij dan diresmikan pada 1933, sebelum akhirnya digunakan Bank Exim setelah nasionalisasi perusahaan asing pada 1960.

Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) memiliki karakter berbeda karena sejak awal berkaitan dengan pembiayaan pembangunan. Sejarahnya berhubungan dengan Bank Industri Negara (BIN) yang berperan dalam pengembangan sektor ekonomi sejak 1951, sebelum kemudian berkembang menjadi Bapindo.

Bukan Sekadar Merger, tetapi Restrukturisasi

Penggabungan empat bank ini tidak lepas dari kondisi perbankan Indonesia pascakrisis 1997. Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 1998 secara eksplisit menyebut pendirian Bank Mandiri akan diikuti penyatuan BBD, BDN, Bank Exim, dan Bapindo menjadi bank milik negara yang kuat dan berdaya saing tinggi.

Meski Bank Mandiri didirikan pada 2 Oktober 1998, penggabungan empat bank secara hukum baru efektif pada 31 Juli 1999. Konsolidasi ini menjadi fondasi bagi Bank Mandiri untuk tumbuh menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia saat ini.

Reporter: Redaksi