TEROPONGBISNIS.ID — Dony Oskaria menyebut praktik ini berdampak luas pada pengelolaan perusahaan negara. Salah satu konsekuensinya, sejumlah BUMN terpaksa melakukan penurunan nilai aset atau impairment dengan total mencapai ratusan triliun rupiah.

"Laporan keuangan yang dipoles membuat kondisi perusahaan terlihat lebih baik dari keadaan sebenarnya. Dampaknya, keputusan pengelolaan perusahaan berisiko keliru," ujar Dony dalam acara yang digelar di Jakarta, dikutip Jumat (13/6/2025).

Independensi Akuntan Publik Jadi Sorotan

Dony menekankan pentingnya peran akuntan publik dalam menjaga kredibilitas laporan keuangan BUMN. Menurutnya, independensi dan kredibilitas auditor eksternal menjadi kunci agar praktik rekayasa keuangan tidak terulang.

Ia menyoroti bahwa tanpa pengawasan audit yang kuat, celah untuk memoles kinerja keuangan akan terus terbuka. Hal ini pada akhirnya merugikan negara dan menghambat upaya transformasi BUMN yang tengah digencarkan Danantara.

Pembersihan Laporan Keuangan Sebelum Restrukturisasi

Temuan ini menjadi pijakan penting bagi Danantara dalam merombak tata kelola BUMN. Langkah impairment yang dilakukan dinilai sebagai bagian dari upaya membersihkan laporan keuangan sebelum melakukan pembenahan dan restrukturisasi di tubuh perusahaan pelat merah.

Dengan mengungkap kondisi yang sebenarnya, Danantara berharap dapat mengambil keputusan strategis berdasarkan data yang akurat. Langkah ini juga menjadi sinyal bagi pelaku pasar bahwa pengawasan terhadap BUMN akan diperketat ke depan.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Redaksi