IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen ke Level 6.525 Ditopang BYAN dan BBRI
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan di pekan ketiga Agustus 2026 dengan kenaikan sebesar 1,93% menuju posisi 6.525.
Pada sektor energi dan bahan baku, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mencatatkan lonjakan 8,33% sekaligus menjadi penopang utama lewat sumbangan 19,56 basis poin bagi indeks.
Pencapaian tersebut disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang terangkat 3,53% dengan sumbangan 16,05 poin, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang meroket 12,10% serta menyumbang +11,16 poin, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang menanjak 4,92% dengan kontribusi +8,85 poin.
Selanjutnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) beserta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga ikut menopang pergerakan indeks lewat tambahan masing-masing +8,82 poin dan +5,51 poin.
Di sisi lain, dorongan penekanan pada IHSG bersumber dari sejumlah saham di sektor infrastruktur serta energi terbarukan.
Menjadi penahan utama, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menduduki posisi puncak jajaran laggards melalui kontribusi negatif 4,26 poin usai melemah 3,08%, lalu diikuti PT Sejahtera Anugrahjaya Tbk (SRAJ) yang memangkas indeks sebesar 4,25 poin (-6,00%).
Di samping itu, PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO), PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI), hingga PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) turut memberi tekanan pada IHSG dengan porsi negatif di rentang 2,63 sampai 3,46 poin.
Sebagai informasi, untuk kawasan ASEAN, raihan IHSG dengan pertumbuhan 1,93% menjadi yang tertinggi di antara bursa utama Asia Tenggara minggu ini, melampaui Malaysia (+0,53%), Thailand (+0,29%), Vietnam (-0,14%), Filipina (-0,93%), serta Singapura (-0,95%).