Bitcoin Melonjak Lebih dari 4 Persen Pasca Rencana Imbal Hasil Obligasi AS

Ilustrasi bitcoin (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Jumat, 21 Agustus 2026 | 01:17:10 WIB

JAKARTA – Bitcoin melonjak lebih dari 4 persen pada awal perdagangan di Asia, Jumat (21/8), meneruskan tren kenaikan yang berlangsung sejak Rabu pasca Departemen Keuangan AS membeberkan rencana penurunan imbal hasil obligasi jangka panjang.

Mata uang kripto terbesar tersebut sempat berada di level US$75.740 pada pukul 10.00 waktu Singapura.

Lonjakan ini meneruskan penguatan dua hari sebelumnya usai Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan pihak departemen akan melipatgandakan nilai buyback obligasi.

Secara keseluruhan, Bitcoin tercatat sudah melesat hampir 20% sepanjang minggu ini.

Sentimen positif di pasar kripto juga terdorong oleh pertemuan Presiden Donald Trump bersama beberapa pimpinan industri, seperti eksekutif Coinbase Global Inc. serta Payward Inc.

Trump meminta Senat AS agar segera menyetujui Clarity Act, yaitu RUU struktur pasar kripto yang kini masih terhambat lantaran silang pendapat soal aturan etika.

“Reaksi harga ini bukan tentang Clarity Act AS, seperti yang ditunjukkan banyak pelaku pasar,” kata Matthew Sigel, Head of Digital Assets Research VanEck sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Ini tentang langkah Departemen Keuangan AS yang kembali memicu kekhawatiran terhadap dominasi fiskal.” (DK) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Akbar