USD/CHF Naik 0,17 persen Menjelang Publikasi Data IHK Amerika Serikat
JAKARTA – Franc Swiss diperdagangkan melemah terhadap Dolar AS di kisaran 0,8125 menjelang publikasi data IHK AS untuk bulan Juli. Pasar keuangan memprakirakan inflasi AS tumbuh pada laju yang moderat.
Data IHK AS diprakirakan berdampak signifikan terhadap prospek suku bunga The Fed. Franc Swiss (CHF) tertekan terhadap mata uang utama lainnya sepanjang sesi perdagangan Eropa pada hari Rabu.
Pada saat berita ini ditulis, USD/CHF diperdagangkan 0,17% lebih tinggi di sekitar 0,8125. Pasangan mata uang Franc Swiss ini menguat karena Dolar AS naik tipis menjelang data Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan rilis pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB).
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan sedikit lebih tinggi mendekati 99,88. Investor akan mencermati data inflasi AS guna memperoleh petunjuk baru mengenai prospek kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Analis di ING mencatat bahwa konsensus "mengharapkan serangkaian angka yang cukup tenang: 0,1% bulan-ke-bulan untuk data utama dan 0,2% untuk inti" sebagaimana dilansir dari berita sumber. Profil tersebut akan membuat tingkat year-on-year "turun, masing-masing menjadi 3,4% dan 2,5%—semakin mendekati target inflasi The Fed sebesar 2%" sebagaimana dilansir dari berita sumber.
ING menyoroti bahwa "harga bensin yang lebih rendah, tanda-tanda deflasi sewa yang meluas, dan upah yang lemah" diprakirakan akan mendorong pembacaan yang lebih lemah sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Mengingat bahwa "pasar tampaknya mengharapkan cerita harga yang lebih lemah hari ini," ING berpendapat bahwa para investor "mungkin perlu melihat pembacaan inflasi inti 0,1% bulan-ke-bulan—yang menurut sebagian pihak mungkin terjadi" untuk secara material mengubah narasi kebijakan sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Menurut pandangan mereka, "angka yang lemah seharusnya menyeret prakiraan pasar atas kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September menjauh dari probabilitas 50% dan beralih ke tidak ada perubahan," sementara "bull steepening pada kurva imbal hasil seharusnya membuat Dolar melemah—terutama terhadap mata uang pro-siklikal" sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pada pekan ini, para investor juga akan berfokus pada data Indeks Harga Produsen (IHP atau PPI) AS untuk bulan Juli yang akan dirilis pada hari Kamis.