Pasar Valas Menanti Data Inflasi AS untuk Tentukan Arah Pergerakan

Ilustrasi dolar as (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:39:23 WIB

JAKARTA – Pasangan mata uang utama bergerak dalam kisaran yang cenderung stabil pada awal sesi perdagangan Rabu karena para pelaku pasar menahan diri dari mengambil posisi besar menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Juli Amerika Serikat yang sangat dinantikan.

Sikap hati-hati di pasar membantu Dolar AS tetap bertahan kuat terhadap jajaran mata uang utama lainnya pada perdagangan Selasa. Memasuki sesi Eropa hari Rabu, Indeks Dolar AS terpantau menguat tipis namun masih berada di bawah level 100,00, sementara pergerakan indeks saham berjangka AS cenderung mendatar setelah bursa Wall Street mengakhiri sesi Selasa di zona merah. Pasar memproyeksikan inflasi IHK tahunan melambat ke level 3,4 persen pada Juli dari 3,5 persen pada Juni, serta memperkirakan IHK inti bulanan mengalami kenaikan sebesar 0,2 persen.

Analis di OCBC menilai bahwa ambang batas untuk perubahan signifikan pada prospek kebijakan Federal Reserve masih tergolong tinggi. Mereka mencatat bahwa IHK inti harus berada di angka 0,3 persen MoM atau lebih tinggi pada Juli, melampaui estimasi konsensus 0,2 persen, agar dapat meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga secara signifikan pada September, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut para analis OCBC, Dolar AS yang bergerak dalam rentang terbatas serta ditopang kondisi risiko yang kondusif diperkirakan akan terus mendukung strategi carry trade, meskipun gejolak pasar minyak masih berlangsung, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Mengenai komoditas, pihak OCBC menyoroti bahwa harga minyak mengalami penurunan dipicu harapan pembukaan kembali Selat Hormuz, namun tuntutan keras Iran kepada Washington mengindikasikan bahwa tambahan pasokan energi dalam jangka pendek akan terbatas, sehingga menekan optimisme perbaikan cepat pada prospek energi, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kondisi di Iran berjalan dengan baik dan pasukan AS telah memegang kendali penuh atas Selat Hormuz. Meski demikian, CNN membantah klaim tersebut dengan melaporkan bahwa hanya ada delapan kapal yang melintasi jalur laut tersebut pada Selasa, sangat jauh dibanding rata-rata 120 kapal sebelum konflik pecah.

Di sisi lain, Badan Informasi Energi AS (EIA) merevisi proyeksi harga minyak mentah dengan mengestimasi harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di rata-rata $80,88 per barel pada 2026, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar $76,26 per barel.

Analis Commerzbank mencermati bahwa situasi di wilayah Selat Hormuz masih belum terurai dengan munculnya berbagai sinyal yang saling bertolak belakang, yang menunjukkan bahwa kendati perundingan terus berjalan, kesepakatan untuk memulihkan navigasi kapal secara normal belum akan tercapai dalam waktu dekat, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Mereka menambahkan bahwa penurunan harga energi sepanjang Juli berpotensi membantu menurunkan inflasi utama, namun merosotnya harga yang disusul pemulihan kembali mengindikasikan bahwa sektor energi dapat kembali memberi tekanan naik pada inflasi dalam beberapa bulan mendatang, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pasangan EUR/USD bergerak menyamping di bawah level 1,1550 setelah ditutup hampir tanpa perubahan pada perdagangan Selasa. Sementara itu, lembaga statistik Jerman Destatis mengonfirmasi bahwa inflasi IHK tahunan pada bulan Juli berada di angka 2,8 persen.

Pasangan GBP/USD bertahan stabil di kisaran 1,3500 setelah tidak berhasil menentukan arah pergerakan yang jelas pada Selasa.

Pasangan AUD/USD mencatatkan kenaikan tipis pada Selasa menyusul pengumuman kebijakan Reserve Bank of Australia. Pasangan ini melanjutkan fase konsolidasi di sekitar level 0,7050 pada Rabu pagi waktu Eropa.

Harga emas (XAU/USD) berbalik arah setelah sempat menembus level tertinggi dua bulan di atas $4.430 pada Selasa dan mengakhiri perdagangan dengan penurunan tipis. Meski demikian, XAU/USD kembali menemukan momentum penguatan pada sesi Eropa hari Rabu dan bergerak naik mendekati $4.400.

Reporter: Akbar