Bitcoin Turun ke US$64.200 Akibat Memudarnya Harapan Damai AS dan Iran

Ilustrasi Bitcoin (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:39:23 WIB

JAKARTA – Bitcoin mengalami penurunan pada Selasa (11/8) menyusul melemahnya sentimen terhadap aset berisiko. Harapan untuk mencapai kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran guna membuka kembali Selat Hormuz pun kian memudar.

Nilai bitcoin merosot 0,6 persen menjadi US$64.221,3 pada pukul 09.50 ET atau 13.50 GMT. Perdagangan bitcoin bahkan sempat menembus ke bawah level US$64.000.

Tekanan terhadap bitcoin turut dipicu oleh aksi Strategy Inc yang kembali melepas sebagian aset kriptonya. Perusahaan tersebut memegang kepemilikan bitcoin paling besar di dunia saat ini.

Strategy mengumumkan telah menjual 1.690 bitcoin dengan total nilai mencapai US$109 juta pada Senin (10/8). Selain itu, perusahaan berhasil mengumpulkan dana tambahan US$653,1 juta dari hasil penerbitan 6,69 juta saham biasa.

Seluruh hasil penjualan bitcoin dialokasikan untuk membeli kembali 1,15 juta saham preferen Strategy berkode STRC.

Pelepasan aset ini tercatat sebagai aksi jual bitcoin kelima yang dilakukan Strategy sepanjang tahun ini. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya menghimpun dana tunai demi memenuhi pembayaran utang serta kewajiban dividen yang kian membengkak.

Strategy mengumpulkan mayoritas aset bitcoin milik mereka lewat penerbitan utang dan saham preferen. Usai melakukan pelepasan terbaru, kepemilikan aset perusahaan masih tersisa 840.447 bitcoin.

Di sisi lain, perusahaan penambangan bitcoin Riot Platforms telah menyepakati kerja sama senilai US$9 miliar dengan perusahaan kecerdasan buatan (AI) terkemuka pada Senin (10/8) untuk penyediaan kapasitas komputasi.

Perusahaan AI yang dimaksud belakangan dilaporkan oleh Bloomberg sebagai Anthropic. Pengumuman tersebut membuat harga saham Riot melesat hampir 25 persen pada perdagangan after-hours Senin (10/8).

Perjanjian kerja sama dengan Anthropic bakal berjalan selama 20 tahun. Kesepakatan ini menutup kerugian besar Riot di kuartal kedua yang disebabkan oleh penurunan harga bitcoin yang menekan margin bisnis penambangan.

Sebelumnya, Riot memang telah merancang langkah peralihan fokus bisnis dari penambangan bitcoin menuju penyedia kapasitas komputasi AI.

Sementara itu, Trump Media & Technology Group memposting rugi bersih sebesar US$238,1 juta sepanjang kuartal kedua. Hasil tersebut tertekan oleh kerugian belum terealisasi dari kepemilikan aset digital sebesar US$360,6 juta pada paruh pertama tahun ini.

Laporan resmi kepada Securities and Exchange Commission (SEC) pada Senin (10/8) mencatat kerugian belum terealisasi aset digital Trump Media sebesar US$245,4 juta selama periode enam bulan hingga 30 Juni.

Perusahaan turut mencatat kerugian US$55,5 juta terkait aksi *buyback* aset digital yang dijaminkan, US$52,2 juta akibat penghentian pengakuan aset, serta kerugian belum terealisasi US$7,4 juta dari aset jaminan.

Nilai wajar total kepemilikan aset digital Trump Media menyusut menjadi US$597,7 juta per 30 Juni. Angka tersebut tergerus dibanding posisi akhir tahun 2025 yang berada di level US$904,4 juta.

Trump Media tercatat menyimpan 9.477,16 bitcoin bernilai US$557,1 juta. Di samping itu, perusahaan mengantongi 756,1 juta token Cronos senilai US$40,6 juta.

Total bitcoin milik Trump Media berkurang 65 bitcoin jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu sebanyak 9.542,16 bitcoin. Nilai wajarnya pun susut dari angka US$836,4 juta.

Mayoritas harga aset kripto lainnya turut mengekor penurunan bitcoin pada Selasa (11/8). Tren pelemahan ini dipengaruhi oleh memudarnya harapan kesepakatan AS-Iran terkait pembukaan Selat Hormuz.

Ethereum yang menempati posisi aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar terkoreksi 0,4 persen ke US$1.891,81. Penurunan juga dialami XRP yang melemah 1,7 persen.

Solana tercatat tergerus 0,5 persen, sementara Cardano merosot 4,8 persen. Di tengah tren penurunan tersebut, BNB justru mencatatkan penguatan 1,8 persen.

Pada jajaran memecoin, dogecoin dan $TRUMP masing-masing sukses mencatatkan kenaikan lebih dari 1 persen.

Reporter: Akbar