Saham EMAS Terbang 37 Persen, ARCI Naik 22 Persen
JAKARTA — Lonjakan harga emas dunia menjadi berkah bagi emiten produsen emas di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data Trading Economics, Selasa (11 Agustus 2026) pukul 17.18 WIB, harga emas dunia naik 10,29 persen dalam sebulan ke US$4.374,54 per ons troi.
Kenaikan harga emas turut mengerek saham sejumlah emiten:
- ANTM naik 6,55 persen ke Rp3.090 per saham.
- BRMS melesat 18,81 persen ke Rp600 per saham.
- AMMN menguat 21,08 persen ke Rp4.250 per saham.
- EMAS terbang 37,22 persen ke Rp7.650 per saham.
- ARCI naik 22,50 persen ke Rp1.225 per saham.
Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, menilai sektor emas masih memiliki prospek menarik seiring penguatan harga komoditas. Secara teknikal, area US$4.000 per ons troi menjadi support psikologis yang kuat. Selama harga emas bertahan di atas level tersebut, peluang harga tetap tinggi cukup besar.
Permintaan emas juga masih kuat, terutama dari bank sentral yang meningkatkan diversifikasi cadangan devisa. Kondisi ini berpotensi menjadi katalis bagi kinerja emiten emas pada semester II-2026. Namun, Ekky mengingatkan bahwa harga emas tinggi tidak otomatis meningkatkan kinerja semua emiten. Faktor produksi, kadar bijih, recovery rate, biaya produksi (all-in sustaining cost), serta keberhasilan ekspansi tambang tetap harus diperhatikan.