IHSG Terpuruk, Laba Broker Saham Terbesar Justru Melesat
JAKARTA – Tiga perusahaan sekuritas dengan nilai transaksi tertinggi mencatat pertumbuhan laba signifikan di tengah gejolak pasar, yang menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 34,74% pada semester pertama 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun IDNFinancials.com, perusahaan sekuritas dengan nilai transaksi terbesar pada semester pertama adalah PT Stockbit Sekuritas Digital. Perusahaan yang dikenal dengan kode broker XL ini mencatat transaksi senilai Rp580,70 triliun sejak awal tahun hingga Juni 2026.
Berikutnya disusul oleh PT Mandiri Sekuritas (CC) yang mencatat transaksi sebesar Rp534,46 triliun, serta PT UBS Sekuritas Indonesia (AK) sebesar Rp527,34 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), ketiga broker saham tersebut kompak mencatat lonjakan laba bersih pada semester pertama.
Stockbit Sekuritas mencatat laba bersihnya mencapai Rp385,40 miliar di semester pertama, meningkat sekitar 12,07 kali lipat dari periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan laba Stockbit Sekuritas sejalan dengan naiknya pendapatan semester pertama, yang mencapai Rp582,20 miliar atau setara kenaikan 402,3% secara tahunan.
Sementara itu, laba bersih Mandiri Sekuritas naik 30,37% menjadi Rp168,9 miliar di semester pertama, seiring kinerja pendapatan yang meningkat 41,74% menjadi Rp1,01 triliun.
Sedangkan laba UBS Sekuritas Indonesia melesat 82,34% secara tahunan menjadi Rp181 miliar di semester pertama, ditopang lonjakan pendapatan 71,48% menjadi sebesar Rp287,09 miliar.
Namun ketiga perusahaan sekuritas ini bertumpu pada ukuran modal yang jauh berbeda, sebagaimana terlihat dalam Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) masing-masing yang dilaporkan kepada BEI.
Stockbit Sekuritas mencatat MKBD terakhirnya mencapai Rp608,25 miliar, sementara itu Mandiri Sekuritas sebesar Rp2,28 triliun, dan UBS Sekuritas Indonesia Rp1,33 triliun.
Saat ini mayoritas saham Stockbit Sekuritas berada di bawah kendali PT Stockbit Investa Bersama, dengan kepemilikan 85%. Sisanya sebanyak 15% dimiliki oleh PT Cuan Tumbuh Bersama.
Sementara itu, mayoritas saham Mandiri Sekuritas berada di bawah kendali PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), serta UBS Sekuritas Indonesia berada di bawah kendali UBS AG dari Swiss.