USD per JPY Bangkit di Atas 159,00 Ditopang Kesenjangan Suku Bunga

Ilustrasi yen jepang (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Rabu, 12 Agustus 2026 | 01:30:41 WIB

JAKARTA – Pasangan mata uang USD/JPY menarik minat beli setelah sempat merosot ke bawah level 159,00 pada Selasa. Mata uang ini bergerak naik mendekati puncak satu setengah pekan di area 159,25–159,30 pada awal sesi Eropa dan melanjutkan tren pemulihan dari level terendah sejak awal Mei.

Yen Jepang melepaskan sebagian besar penguatan yang sebelumnya didorong oleh intervensi bersama AS–Jepang pekan lalu seiring timbulnya kecemasan atas pembengkakan kondisi fiskal Jepang. Hal tersebut diperberat oleh anggaran pemerintah Perdana Menteri Sanae Takaichi tahun fiskal 2026 yang menyentuh rekor ¥122,3 Triliun.

Kesenjangan suku bunga yang lebar antara Jepang dengan negara maju lain seperti AS turut menjaga daya tarik carry trade dan menekan Yen. Di saat yang sama, penguatan moderat Dolar AS memberi dorongan tambahan bagi pergerakan USD/JPY.

Dampak awal dari rilis data Nonfarm Payrolls AS yang mengecewakan pada Jumat cepat mereda seiring kekhawatiran inflasi akibat fluktuasi harga minyak. Kenaikan harga minyak ke level tertinggi satu setengah pekan dipicu oleh belum jelasnya pembukaan Selat Hormuz serta pembatasan arus di Selat Bab el-Mandeb.

Ekspektasi terhadap setidaknya satu kenaikan suku bunga The Fed pada 2026 tetap terjaga dan memperkuat posisi Dolar AS sebagai aset safe-haven di tengah konflik AS–Iran. Meski demikian, para pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati sambil menantikan kepastian arah kebijakan The Fed selanjutnya.

Perhatian pasar tertuju pada rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Indeks Harga Produsen (IHP) AS pada Rabu dan Kamis. Perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah juga terus dipantau karena berpotensi memengaruhi permintaan Dolar AS dan membuka peluang kenaikan lanjutan bagi USD/JPY.

Reporter: Akbar