Yen Menguat, EUR/JPY Tertekan di Dekat 182,50
JAKARTA – EUR/JPY menghentikan kenaikan tiga hari beruntun dan diperdagangkan di sekitar 182,50 pada awal sesi Eropa, mempertahankan bias bearish jangka pendek karena harga spot bertahan di bawah Exponential Moving Average (EMA) sembilan periode dan 50 periode.
Moving average jangka pendek dan menengah kini berfungsi sebagai resistance berlapis di atas harga, sementara indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari di sekitar 39 menunjukkan momentum yang lemah, bukan kondisi jenuh jual yang jelas.
Para analis di Scotiabank menyoroti bahwa
“para pejabat (baik Jepang maupun AS) tetap khawatir terhadap level dan arah Yen, dan telah bertekad untuk menekan pelemahan terbaru.” Kewaspadaan ini menegaskan ketidaknyamanan terhadap pergerakan USD/JPY saat ini dan memperkuat kesan bahwa pengambil kebijakan memantau dengan cermat kinerja mata uang tersebut ketika bergerak kembali menuju level terendah pascaintervensi.
Intervensi lebih lanjut untuk mendukung Yen Jepang (JPY) akan memberikan tekanan turun pada pasangan EUR/JPY untuk menavigasi wilayah di sekitar level terendah delapan bulan di 179,37 yang dicapai pada 3 Agustus, diikuti oleh level terendah sembilan bulan di 175,70.
Di sisi atas, resistance awal berada di EMA sembilan hari di 183,09, diikuti oleh EMA 50 hari di 184,63. Kenaikan lebih lanjut di atas moving average ini akan memunculkan pergerakan bullish dan mendukung pasangan mata uang ini untuk menjelajahi wilayah di sekitar level tertinggi sepanjang masa di 187,95 yang tercatat pada 17 April.