Harga Emas Bertahan Kuat Menjelang Rilis Data Payrolls AS

Ilustrasi emas (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:20:48 WIB

JAKARTA – Analis OCBC Sim Moh Siong dan Christopher Wong mengamati bahwa emas mampu menjaga sebagian besar tren kenaikannya pasca-menembus level resistance utama. Kondisi ini disokong oleh turunnya harga minyak, melandainya imbal hasil obligasi, aksi beli bank sentral dan ETF, serta dorongan teknis.

Kendati demikian, laju penguatan mulai tertahan seiring lonjakan kembali harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi serta menaikkan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Rilis data payrolls AS pada Jumat mendatang bakal menjadi tolok ukur penentu kelanjutan reli harga emas.

Struktur Bullish Menghadapi Ujian Data

"Emas mempertahankan sebagian besar kenaikan terbarunya, meskipun momentum mereda karena rebound pada minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS naik," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Reli sebelumnya didukung oleh harga minyak yang lebih rendah, pullback pada imbal hasil, USD, berita pembelian oleh bank sentral, ETF, dan pembelian teknis setelah harga menembus di atas resistance utama," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Laporan payrolls malam ini adalah ujian berikutnya. Data yang lebih lemah dapat memperkuat pergerakan terbaru dengan semakin mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sementara hasil yang lebih kuat dapat memicu sebagian aksi ambil untung setelah reli tajam ini," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Momentum harian sedikit bullish tetapi kenaikan RSI mereda. Resistance di 4.333 (Fibonacci retracement 23,6% dari tertinggi 2026 ke terendah), 4.389 (MA 100 Hari)," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Akbar