CPO KPBN Melemah, Kontrak Malaysia Mayoritas Terkoreksi
Ilustrasi Kontrak CPO September 2026 di Bursa Malaysia turun ke RM4.625 per ton. (sumber foto: NET)
JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) yang ditetapkan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) melemah tipis pada Kamis (6/8/2026). Harga Franco Dumai ditetapkan Rp15.650/kg, turun Rp38 atau sekitar 0,24 persen dibandingkan penawaran tertinggi sehari sebelumnya di Rp15.688/kg.
Berdasarkan data tender KPBN:
- FOB Talang Duku dibuka Rp15.400/kg, berakhir withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.317/kg.
- Franco Teluk Bayur dibuka Rp15.450/kg, ditarik setelah penawaran tertinggi Rp15.325/kg.
- CPKO Franco Dumai dibuka Rp29.528/kg, withdraw dengan penawaran tertinggi Rp28.900/kg.
- FOB Lampung dibuka Rp29.454/kg, withdraw dengan penawaran tertinggi Rp28.300/kg.
- PK Franco Belawan dibuka Rp13.821/kg, tidak terjadi transaksi setelah penawaran tertinggi Rp13.605/kg.
Di Bursa Malaysia Derivatives, mayoritas kontrak CPO melemah akibat ekspektasi pasokan meningkat dan tekanan dari harga minyak nabati global.
- Kontrak September 2026 turun RM21 ke RM4.625/ton.
- Kontrak Oktober 2026 melemah RM16 ke RM4.686/ton.
- Kontrak November 2026 turun RM12 ke RM4.733/ton.
- Kontrak Desember 2026 terkoreksi RM8 ke RM4.775/ton.
- Kontrak Januari 2027 turun RM2 ke RM4.815/ton.
Satu-satunya kontrak yang naik adalah Agustus 2026, menguat RM15 ke RM4.534/ton.
Pelemahan ini dipicu oleh turunnya harga minyak mentah dunia dan minyak kedelai, serta perkiraan produksi dan persediaan minyak sawit Malaysia yang meningkat dalam beberapa pekan mendatang.
Reporter: Ibtihal