ING Hambatan Kesepakatan AS–Iran Dukung Harga Brent

Ilustrasi Harga minyak Brent menguat di atas US$82 per barel didukung ketegangan AS dan Iran. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Jumat, 07 Agustus 2026 | 23:59:08 WIB

JAKARTA – Harga minyak Brent kembali menguat di atas US Dolar 82 per barel pada Jumat (7/8/2026), didukung ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. 

Analis ING Warren Patterson dan Ewa Manthey mencatat bahwa hambatan terhadap kesepakatan AS–Iran masih berlanjut, terutama terkait tuntutan Iran mengenai Selat Hormuz dan minimnya tanda kompromi.

Patterson dan Manthey menjelaskan, “Harga minyak menguat kemarin, dengan ICE Brent ditutup 3,8% lebih tinggi pada hari itu, membawa harga kembali di atas US$82/barel. Kekuatan ini berlanjut dalam perdagangan pagi ini. 

Perkembangan selama 24 jam terakhir atau lebih menunjukkan sekali lagi bahwa negosiasi antara AS dan Iran kemungkinan tidak akan berjalan mulus,” ujar Warren Patterson dan Ewa Manthey, Analis ING sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Ada indikasi bahwa Iran ingin melarang kapal AS dan Israel dari Selat Hormuz, sekaligus mencari kompensasi dari negara-negara yang bermusuhan sebelum mereka dapat menggunakan selat itu lagi. Selain itu, Iran masih ingin mengenakan biaya bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz, dalam bentuk biaya layanan alih-alih tarif tol. Tampaknya tidak ada banyak kompromi, yang pada akhirnya membuat tercapainya kesepakatan berkelanjutan menjadi lebih sulit,” ujar Warren Patterson dan Ewa Manthey, Analis ING sebagaimana dilansir dari berita sumber.

ING tetap memproyeksikan Brent rata-rata di US Dolar 80 per barel pada kuartal ketiga, meski menekankan adanya risiko dan ketidakpastian signifikan. Di sisi lain, Arab Saudi memangkas harga jual resmi (OSP) untuk hampir semua jenis minyak mentah dan tujuan pengiriman kargo September. 

Arab Light ke Asia dipangkas sebesar US Dolar 0,50 per barel menjadi diskon US Dolar 2 per barel terhadap acuan, mengikuti dorongan pembeli Asia di tengah eskalasi di Laut Merah.

Reporter: Ibtihal