Franc Swiss Melemah Saat Dolar AS Menguat Akibat Risiko Geopolitik
JAKARTA – Pasangan mata uang USD/CHF melanjutkan kenaikannya selama dua hari berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,8130 pada sesi perdagangan Asia di hari Jumat. Penguatan ini terjadi seiring menguatnya Dolar AS yang didorong oleh kembali munculnya permintaan safe haven di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Stabilitas pasar terguncang akibat meningkatnya skeptisisme terkait pembukaan kembali Selat Hormuz yang sangat strategis. Selain itu, Arab Saudi dilaporkan berencana memperluas operasi militernya terhadap Houthi di Yaman, sementara parlemen Iran sedang mengevaluasi rancangan proposal untuk melarang kapal-kapal AS dan Israel melintas.
Di sisi lain, kenaikan imbal hasil US Treasury dan pulihnya harga minyak mentah kembali memicu kekhawatiran mengenai kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga bulan depan. Saat ini CME FedWatch Tool mencerminkan probabilitas sebesar 54,5 persen untuk kenaikan suku bunga 25 basis poin pada bulan September, di mana para pelaku pasar kini menantikan rilis data Nonfarm Payrolls AS bulan Juli.
Sementara itu dari dalam negeri Swiss, indikator ekonomi menunjukkan gambaran yang cenderung beragam. Tingkat pengangguran Swiss naik tipis menjadi 3,0 persen pada bulan Juli, sementara pengangguran usia muda meningkat sedikit ke level 2,8 persen.
Pihak Brown Brothers Harriman menyoroti bahwa "IHK (CPI) Swiss bulan Juli tetap lemah," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ahli strategi Elias Haddad berpendapat bahwa "latar belakang inflasi yang lemah ini kemungkinan akan membuat Franc Swiss tetap tertekan," seraya mencatat bahwa saat ini mata uang tersebut merupakan mata uang G10 terlemah pada kuartal ini sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Berdasarkan analisis teknis pada grafik harian, USD/CHF masih mempertahankan bias bullish ringan dalam jangka pendek karena posisinya berada di atas EMA sembilan hari dan 50 hari. Indikator RSI 14-hari yang berada di dekat level 54 turut memperkuat nada momentum netral hingga positif.
Untuk potensi pergerakan selanjutnya, resistance terdekat berada di sekitar level tertinggi 13 bulan pada posisi 0,8207. Sedangkan untuk area support awal berada pada EMA sembilan hari di level 0,8111 dan EMA 50 hari di 0,8056.