JAKARTA – Mata uang Pound Inggris (GBP) berhasil mengurangi penurunan awalnya terhadap Yen Jepang (JPY) dan menguat tipis ke kisaran 212,25 pada sesi perdagangan Eropa hari Rabu. Pergerakan naik pasangan GBP/JPY terjadi seiring hambatan Yen dalam menjaga momentum pemulihannya akibat kekhawatiran pasar atas intervensi Amerika Serikat (AS)–Jepang yang dinilai sementara.
Pakar strategi BNY Mellon menilai "intervensi terkoordinasi terbaru telah membeli waktu tetapi belum secara material meningkatkan kepemilikan JPY asing" sebagaimana dilansir dari berita sumber. Pihaknya menambahkan bahwa "investor masih beli bersih JPY, tetapi eksposur jauh di bawah level semester I 2026 dan tidak akan pulih tanpa tindak lanjut domestik yang kredibel: pengetatan Bank of Japan (BOJ), konsolidasi fiskal, dan reformasi struktural" sebagaimana dilansir dari berita sumber. Di samping itu, dukungan terhadap aset berisiko Jepang dinilai belum merata karena "saham Jepang sebagian besar tetap pasif dan kurang didukung, sementara obligasi pemerintah Jepang (JGB) menarik permintaan marginal yang paling jelas" sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Analis Societe Generale berpendapat bahwa faktor utama penopang Yen terletak pada kondisi makroekonomi, bukan sekadar respons kebijakan semata. Pihaknya menyatakan "masih berpikir bahwa yang akan memicu reli Yen yang bertahan lama adalah kenaikan proyeksi konsensus pertumbuhan Jepang, bukan intervensi yang lebih banyak, lebih besar, terkoordinasi atau tidak" sebagaimana dilansir dari berita sumber. Langkah pengetatan dinilai tidak cukup kuat jika "kenaikan suku bunga BoJ yang lebih banyak, atau lebih cepat, juga tidak akan menyelesaikan masalah, kecuali prospek pertumbuhan Jepang membuatnya tampak realistis" sebagaimana dilansir dari berita sumber.
TD Securities memandang rangkaian intervensi terbaru otoritas terhadap Yen sebagai kebijakan berjangka pendek. Otoritas dinilai memanfaatkan "episode intervensi JPY terbaru" untuk "membeli waktu di pasar Valas agar kebijakan fiskal secara fundamental mendorong permintaan global terhadap aset berbasis JPY" sebagaimana dilansir dari berita sumber. Tren USDJPY diproyeksikan terus meningkat "kecuali BoJ memberikan serangkaian kenaikan dengan cepat (mungkin setiap kuartal) hingga 2%, kami yakin tren USDJPY akan melanjutkan tren naiknya" mengingat "1y1y OIS untuk Jepang adalah 1,9% versus AS di 4,1%, selisih 2,2%" sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sementara itu, mata uang Inggris bergerak sedikit lebih tinggi terhadap jajaran mata uang utama setelah sempat melemah dalam beberapa hari sebelumnya.