Pound Inggris Naik Tipis, Yen Jepang Kesulitan Pulih

Ilustrasi Pound Inggris naik tipis ke 212,25 terhadap Yen Jepang pada sesi Eropa Rabu. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:30:15 WIB

JAKARTA - Pound Inggris memangkas pelemahan awal terhadap Yen Jepang dan naik tipis ke 212,25 pada sesi Eropa Rabu. Yen kesulitan mempertahankan pemulihan terbaru, dengan pasar khawatir intervensi AS–Jepang hanya akan bertahan singkat.

Strategis BNY Mellon menilai bahwa 

"intervensi terkoordinasi terbaru telah membeli waktu tetapi belum secara material meningkatkan kepemilikan JPY asing," sebagaimana dilansir dari berita sumber. Mereka menambahkan bahwa investor masih beli bersih JPY, namun eksposur jauh di bawah level semester I 2026 dan tidak akan pulih tanpa pengetatan BoJ, konsolidasi fiskal, dan reformasi struktural.

Analisis Société Générale menekankan bahwa pemulihan yen bergantung pada latar belakang makro, bukan kebijakan teatrikal. Mereka mengatakan, "masih berpikir bahwa yang akan memicu reli Yen yang bertahan lama adalah kenaikan proyeksi konsensus pertumbuhan Jepang, bukan intervensi yang lebih banyak, lebih besar, terkoordinasi atau tidak," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut TD Securities, dukungan resmi untuk Yen adalah langkah sementara. Mereka menyebut "episode intervensi JPY terbaru" sebagai cara otoritas Jepang membeli waktu di pasar Valas, sembari menegaskan bahwa "kecuali BoJ memberikan serangkaian kenaikan dengan cepat (mungkin setiap kuartal) hingga 2%, kami yakin tren USDJPY akan melanjutkan tren naiknya," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, pound Inggris diperdagangkan sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan mata uang sejenis setelah performa lemah beberapa hari terakhir.

Tabel perubahan mingguan menunjukkan Pound Inggris paling lemah terhadap Yen Jepang. Heat Map memperlihatkan persentase perubahan antar mata uang utama, dengan GBP turun 0,28 persen terhadap JPY.

Pound melemah karena ekspektasi suku bunga BoE mereda. Gubernur Andrew Bailey mengatakan, 

"tolong jangan meninggalkan ruangan ini dengan berpikir bahwa Bank of England sedang bergerak menuju kenaikan, karena sejujurnya, tidak ada dalam apa yang saya katakan," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Strategis Rabobank menyoroti posisi spekulatif GBP yang makin negatif. Mereka menilai nada dovish Bailey menunjukkan sedikit dukungan bagi Pound, meski pemungutan suara MPC terlihat lebih ketat.

Reporter: Ibtihal