Pemerintah Sesuaikan Harga BBM Non-Subsidi Mulai 1 Agustus 2026

Ilustrasi Harga BBM non-subsidi mengalami penurunan dan kenaikan sesuai perkembangan pasar global. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:40:01 WIB

JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI Christiany Eugenia Paruntu menilai pemerintah semakin adaptif dalam mekanisme penetapan harga BBM non-subsidi terhadap perkembangan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Ia mengapresiasi langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama badan usaha penyedia BBM yang melakukan penyesuaian harga mulai 1 Agustus 2026.

“Penyesuaian harga tersebut mencerminkan semakin adaptifnya mekanisme penetapan harga BBM non-subsidi terhadap perkembangan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah,” kata Christiany sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Penurunan harga sejumlah jenis BBM non-subsidi dinilai dapat membantu menjaga daya beli sekaligus menekan biaya operasional di berbagai sektor. Berdasarkan penyesuaian terbaru, harga BP 92 turun dari Rp 16.670 menjadi Rp 16.130 per liter, BP Ultimate turun dari Rp 17.240 menjadi Rp 16.760 per liter, sementara BP Ultimate Diesel naik dari Rp 21.340 menjadi Rp 21.910 per liter.

Pertamina juga melakukan penyesuaian harga. Pertamax turun dari Rp 16.250 menjadi Rp 15.950 per liter, Pertamax Green 95 turun dari Rp 17.000 menjadi Rp 16.600 per liter, dan Pertamax Turbo turun dari Rp 19.300 menjadi Rp 18.300 per liter. Adapun Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter.

Christiany menegaskan, kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara keberlanjutan sektor energi dengan perlindungan daya beli masyarakat. Stabilitas harga BBM disebut memiliki dampak langsung terhadap biaya distribusi logistik, harga kebutuhan pokok, sektor industri, hingga inflasi nasional.

“Penurunan harga BBM non-subsidi ini merupakan langkah positif yang patut diapresiasi. Saya mengapresiasi kinerja Menteri ESDM dan komitmen Pertamina yang terus menghadirkan kebijakan harga yang adaptif dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Ibtihal