Harga CPO Naik 1,23 Persen, Ditopang Minyak Nabati Pesaing

Ilustrasi Harga CPO naik 1,23 persen didukung penguatan minyak nabati pesaing dan rebound minyak mentah. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:40:00 WIB

JKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada Selasa (4/8/2026) tercatat menguat, didorong kenaikan harga minyak nabati pesaing serta pulihnya harga minyak mentah.

Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 1,23 persen menjadi 4.686 ringgit Malaysia per ton metrik pada pukul 15.03 WIB. Seorang trader berbasis Kuala Lumpur menyebut, kontrak berjangka CPO mendapat dukungan dari penguatan pasar minyak biji-bijian serta rebound harga minyak mentah. 

“Kombinasi faktor-faktor eksternal tersebut membantu mengangkat sentimen pasar,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di pasar China, kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian naik 0,51 persen, sementara kontrak minyak sawit bertambah 0,39 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) juga menguat 0,29 persen. Pergerakan harga minyak sawit cenderung mengikuti minyak nabati pesaing karena saling berebut pangsa pasar global.

Sementara itu, harga minyak mentah rebound sekitar 1 persen setelah anjlok pada sesi sebelumnya. Kenaikan dipicu kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah yang masih berisiko terganggu akibat belum tercapainya penyelesaian diplomatik atas konflik AS-Iran. Rebound harga minyak mentah membuat minyak sawit semakin menarik sebagai bahan baku biodiesel.

Nilai tukar ringgit Malaysia, mata uang acuan perdagangan minyak sawit, menguat tipis 0,07 persen terhadap US dolar. Penguatan ini membuat harga CPO sedikit lebih mahal bagi pembeli asing.

Survei Reuters menunjukkan persediaan minyak sawit Malaysia diperkirakan meningkat ke level tertinggi dalam lima bulan pada Juli, seiring pertumbuhan produksi yang melampaui permintaan. Dari Indonesia, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor minyak sawit mentah dan olahan sepanjang Januari–Juni mencapai 11,28 juta ton metrik, naik 2,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Reporter: Ibtihal