Inflasi RI Juli 2026 2,88 Persen, Makanan Jadi Penyumbang Utama

Ilustrasi Inflasi Indonesia Juli 2026 tercatat sebesar 2,88 persen dengan makanan sebagai penyumbang utama. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Senin, 03 Agustus 2026 | 23:29:15 WIB

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia pada Juli 2026 mencapai 2,88 persen. Angka ini tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,60 pada Juli 2025 menjadi 111,73 pada Juli 2026.

Inflasi Juli 2026 lebih rendah dibanding inflasi Juni 2026 yang sebesar 3,34 persen. Target inflasi tahunan berada di kisaran 2,5 persen ± 1 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan inflasi Juli 2026 didorong oleh tiga kelompok utama: makanan, minuman, dan tembakau; transportasi; serta perawatan pribadi dan jasa lainnya. “Yang pertama, kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 2,97 persen. Kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 0,87 persen,” ungkap Ateng sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Penyumbang Inflasi Juli 2026:

Makanan, minuman, dan tembakau: naik 2,97 persen YoY, andil 0,87 persen. Komoditas utama: ikan segar, minyak goreng, beras, sigaret kretek mesin, daging ayam ras, cabai merah, daging sapi, sigaret kretek tangan.

Transportasi: naik 5,12 persen YoY, andil 0,62 persen. Pendorong utama: bensin, tarif angkutan udara, mobil, pelumas, sepeda motor.

Perawatan pribadi dan jasa lainnya: naik 9,04 persen YoY, andil 0,61 persen. Pendorong utama: harga emas perhiasan.

Ateng menegaskan inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan tertinggi di antara ketiga kelompok tersebut. “Kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi secara year on year sebesar 9,04 persen. Dengan andil inflasinya sebesar 0,61 persen,” pungkas Ateng sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Ibtihal