Euro Memantul Terhadap Yen Setelah Rilis Data PDB Jerman dan Zona Euro

Ilustrasi Euro (FOTO: NET)
Penulis: Akbar
Kamis, 30 Juli 2026 | 22:59:26 WIB

JAKARTA – Euro memantul terhadap Yen Jepang usai rilis data pendahuluan Jerman dan Zona Euro Kuartal II.

PDB Zona Euro berbalik positif pada Kuartal II serta tumbuh kuat sebesar 0,4%.

Para pedagang yakin bahwa BoJ bakal membiarkan suku bunga tidak berubah pada hari Jumat.

Euro (EUR) memangkas kembali penurunan sebelumnya dan bergerak hampir datar terhadap Yen Jepang (JPY) usai rilis Produk Domestik Bruto (PDB) Kuartal II Jerman pendahuluan dan data inflasi untuk enam negara bagiannya.

Pada perdagangan sesi Eropa hari Kamis, EUR/JPY datar di sekitar 187,35.

Data memperlihatkan bahwa ekonomi berekspansi 0,2% kuartal-ke-kuartal (QoQ) dibandingkan estimasi 0,1%. Pada kuartal I tahun ini, pertumbuhan PDB sebesar 0,3%.

Secara tahunan, pertumbuhan PDB tetap lebih kuat di 0,9% versus estimasi 0,6% dan rilis sebelumnya 0,4%.

Sementara itu, data inflasi di enam negara bagian Jerman tetap lebih kuat pada bulan Juli, menjadi landasan kuat bagi data pendahuluan Indeks Harga Konsumen Diharmonisasi (Harmonized Index of Consumer Prices/HICP) Jerman, yang bakal dipublikasikan pada pukul 12:00 GMT (19:00 WIB).

Data PDB Kuartal II Zona Euro terlihat lebih kuat daripada Jerman.

PDB Benua Lama kembali tumbuh setelah turun 0,2% pada kuartal I tahun ini, dengan pertumbuhan PDB tetap lebih kuat di 0,4% versus estimasi 0,2%.

Tanda-tanda tekanan inflasi yang semakin cepat di Jerman kemungkinan akan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) tahun ini.

Dari sisi JPY, para investor menanti data Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) Tokyo untuk bulan Juli dan pengumuman kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) pada hari Jumat.

IHK Tokyo tidak termasuk Makanan Segar diprakirakan bakal lebih tinggi di 1,7% tahun-ke-tahun (YoY) dari 1,6% pada bulan Juni.

Para analis di Commerzbank memprakirakan Bank of Japan tidak akan memberikan kejutan pada suku bunga kebijakan dalam pertemuan pada Jumat dini hari, seraya mencatat bahwa bank sentral "akan membiarkan suku bunga call overnight-nya tidak berubah" sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Mereka menyoroti bahwa hasil ini sudah sepenuhnya diperhitungkan, dengan "pasar...memprakirakan hal ini sebesar 99,3%, dan semua analis yang disurvei oleh Bloomberg sepakat" sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Akibatnya, Commerzbank menegaskan bahwa "itu tidak akan menjadi faktor penentu," dan justru berpendapat bahwa "prospek akan jauh lebih penting" bagi pasar karena para investor mencermati panduan BoJ untuk setiap perubahan nada atau waktu terkait langkah-langkah di masa depan sebagaimana dilansir dari berita sumbe

Reporter: Akbar