Sinyal Harga BBM Turun di Agustus 2026 Cek Proyeksinya

Ilustrasi BBM (FOTO: NET)
Penulis: Akbar
Kamis, 30 Juli 2026 | 21:35:41 WIB

JAKARTA – Pemerintah saat ini masih melakukan kalkulasi terhadap harga keekonomian BBM nonsubsidi jenis Pertamax di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia akibat gejolak geopolitik.

Pergerakan harga minyak global mempengaruhi penetapan harga BBM nonsubsidi. Saat ini harga minyak dunia kembali mengalami penurunan setelah sempat melampaui level USD100 per barel.

Tercatat, harga minyak mentah Brent berada di posisi USD83,86 per barel dan minyak mentah WTI mencapai USD80,73 per barel.

"Jadi nanti akan dihitung biaya pokok penyediaan (BPP) Pertamina ditambah keuntungan. Nanti kami dari Kementerian ESDM akan mencoba melihat kira-kira harga yang ini keekonomiannya bagaimana,” kata Wakil Menteri ESDM Yuliot di Jakarta, Rabu (29/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kementerian ESDM melakukan perhitungan rata-rata dari harga minyak global. Jika perhitungannya menunjukkan penurunan dibanding periode sebelumnya, Yuliot mengisyaratkan peluang Pertamina menurunkan harga Pertamax.

“Kalau potensi nanti ini harga minyak secara rata-rata turun, ya tentu dari Pertamina akan menyesuaikan harga,” tutur Yuliot sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pengumuman penyesuaian harga BBM umumnya dilakukan setiap tanggal 1. Ketentuan tersebut juga berlaku untuk penetapan harga BBM pada Agustus 2026.

Di sisi lain, pemerintah menjamin tarif BBM bersubsidi seperti Pertalite tidak mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Kepastian tersebut disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto.

"Kami dapat memastikan bahwa untuk harga BBM subsidi tidak ada kenaikan sesuai dengan apa yang sudah diputuskan seperti sekarang," tegas Bahlil di Istana, Jakarta, Selasa (28/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Akbar