ADNOC Pasok 12 Juta Barel Minyak ke Asia di Tengah Konflik
JAKARTA - Abu Dhabi National Oil Co. (ADNOC) menjual sedikitnya 12 juta barel minyak mentah spot kepada kilang dan perusahaan perdagangan di Asia dengan harga premium dalam tender terbaru, di tengah terganggunya pasokan akibat konflik Amerika Serikat dan Iran.
Arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dilaporkan turun tajam sejak pertempuran meningkat awal Juli. ADNOC menggunakan armada kapal penghubung untuk memindahkan minyak dari Teluk Persia ke kapal lain di Teluk Oman, meski ekspor bulan ini melambat.
Indian Oil Corp (IOC) membeli 2 juta barel minyak mentah Upper Zakum untuk pengapalan akhir Agustus dengan harga setara hingga premi US Dolar 1 per barel terhadap acuan Dubai Agustus.
Perusahaan besar China, yakni Unipec milik Sinopec, PetroChina, dan Sinochem, masing-masing membeli 2 juta barel Upper Zakum dengan premi sekitar US Dolar 3–4 per barel dibandingkan acuan Dubai September. Kargo dijadwalkan dikirim September–Oktober.
Di Jepang, kilang Idemitsu Kosan membeli 2 juta barel minyak mentah Das dengan premi sekitar US Dolar 1 per barel terhadap acuan Dubai September dalam skema free-on-board (FOB).
Tender terbaru ini merupakan tender ketujuh sejak Juni, dengan penawaran minyak mentah Murban, Upper Zakum, Umm Lulu, dan Das untuk pengapalan Agustus–Oktober. Seorang pedagang menyebut ADNOC meminta premi sekitar US Dolar 10 per barel untuk Murban.
Dengan hasil tender ini, total penjualan minyak mentah ADNOC melalui tujuh tender sejak Juni mencapai lebih dari 86 juta barel. Sebelum konflik, Uni Emirat Arab mengekspor 103 juta barel pada Januari dan 95 juta barel pada Februari.
Seorang pedagang lain mengatakan ADNOC juga meminta pembeli asal Korea Selatan meningkatkan penawaran hingga Rabu sore untuk menyelesaikan proses penjualan.