Pemerintah Pastikan Pertalite Subsidi Tetap Rp10.000 per Liter
JAKARTA - Pemerintah masih menghitung harga keekonomian BBM nonsubsidi jenis Pertamax di tengah fluktuasi harga minyak dunia akibat gejolak geopolitik.
Harga minyak dunia kembali turun setelah sempat menembus level US Dolar 100 per barel. Minyak mentah Brent berada di US Dolar 83,86 per barel, sementara WTI di US Dolar 80,73 per barel.
Wakil Menteri ESDM Yuliot menyampaikan bahwa penyesuaian harga BBM akan mengikuti rata-rata harga minyak dunia.
“Kalau potensi nanti ini harga minyak secara rata-rata turun, ya tentu dari Pertamina akan menyesuaikan harga,” kata Yuliot, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Penyesuaian harga BBM biasanya diumumkan setiap tanggal 1, termasuk untuk Agustus 2026.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi seperti Pertalite tidak akan naik hingga akhir 2026.
“Kami dapat memastikan bahwa untuk harga BBM subsidi tidak ada kenaikan sesuai dengan apa yang sudah diputuskan seperti sekarang,” kata Bahlil, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pertamina Patra Niaga sebelumnya menurunkan harga BBM nonsubsidi sejak 1 Juli 2026. Penurunan berlaku untuk Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menegaskan penyesuaian harga dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Sesuai yang kita ketahui penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah,” kata Kitty, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Daftar Harga BBM Pertamina Juli 2026:
- Pertamina Biosolar (subsidi): Rp6.800 per liter
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp16.250 per liter
- Pertamax Green: Rp17.000 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.300 per liter
- Dexlite: Rp19.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp21.150 per liter