Harga Minyak Melonjak 5 Persen akibat Konflik dan Stok AS Turun

Ilustrasi minyak dunia (FOTO: NET)
Penulis: Akbar
Rabu, 29 Juli 2026 | 00:29:52 WIB

JAKARTA – Harga minyak dunia melambung pada awal sesi perdagangan Asia, Rabu (29/7), sekaligus mengikis sebagian besar penurunan tajam yang terjadi pada sesi sebelumnya.

Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah serta rilis data American Petroleum Institute (API) yang mencatat penyusutan signifikan pada stok minyak mentah Amerika Serikat (AS).

Minyak mentah Brent tercatat menguat 4,59% hingga menyentuh level US$87,95 per barel. Pada saat yang sama, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turut melonjak 4,58% menuju US$82,89 per barel.

Sebelumnya, pergerakan harga minyak sempat melemah seiring langkah Amerika Serikat menghentikan gempuran selama 13 malam berturut-turut ke Iran pada Kamis pekan lalu. Kala itu, kedua belah pihak sempat memberikan sinyal keterbukaan untuk meredakan ketegangan lewat jalur diplomasi.

Akan tetapi, prospek perdamaian meredup setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengabarkan bahwa militer Iran melepaskan sejumlah rudal balistik ke pangkalan AS di Timur Tengah pada Selasa malam. CENTCOM memastikan seluruh rudal dapat dihalau dan tidak ada pangkalan AS yang mengalami kerusakan.

Tidak lama setelah itu, CENTCOM mengonfirmasi bahwa tentara AS bersama Arab Saudi menggempur sejumlah fasilitas logistik dan penyimpanan senjata yang disinyalir milik kelompok teroris di Irak timur dalam "serangan presisi" sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kendati Amerika Serikat tidak menyasar area Iran secara langsung, pertempuran terbaru ini menghentikan gencatan sementara yang sempat mengurangi premi risiko geopolitik di pasar komoditas minyak.

Dukungan positif bagi pasar juga bersumber dari data cadangan minyak Amerika Serikat. API mencatat persediaan minyak mentah AS merosot sekitar 3,3 juta barel pekan lalu, sedangkan cadangan minyak strategis (SPR) tergerus 3,7 juta barel hingga berada di titik terendah sejak Maret 1983.

Sebaliknya, stok bensin mengalami peningkatan sebesar 918.000 barel dan persediaan distilat bertambah 355.000 barel.

Para pelaku pasar saat ini tengah menanti rilis data resmi stok minyak dari Energy Information Administration (EIA). Apabila data EIA membenarkan adanya penurunan cadangan minyak mentah atau eskalasi konflik di Timur Tengah berlanjut, tren kenaikan harga minyak diproyeksikan masih akan berlangsung.

Sejak konflik Iran meletus, fluktuasi tajam terus mewarnai pasar minyak dunia dan belum memperlihatkan tanda-tanda akan mereda dalam waktu dekat.

Reporter: Akbar