Minyak Dunia Menguat 4 Persen Usai Stok AS Turun dan OPEC+ Tahan

Ilustrasi Harga minyak dunia menguat 4 persen setelah stok minyak mentah AS turun. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24:35 WIB

JAKARTA - Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Rabu, 29 Juli 2026, setelah sehari sebelumnya tertekan tajam.

Data Refinitiv hingga pukul 09.30 WIB menunjukkan kontrak Brent naik 4,14 persen ke 87,57 US dolar per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melonjak 4,31 persen ke 82,68 US dolar per barel. Kenaikan ini memangkas sebagian besar koreksi pada sesi sebelumnya, ketika Brent ditutup di 84,09 US dolar dan WTI di 79,26 US dolar.

Penguatan harga dipicu laporan American Petroleum Institute (API) yang memperkirakan persediaan minyak mentah Amerika Serikat turun sekitar 3,3 juta barel pada pekan yang berakhir 24 Juli. Penurunan stok ini mengindikasikan pasokan domestik AS mulai mengetat, sehingga memicu ekspektasi fundamental lebih kuat menjelang rilis data resmi Energy Information Administration (EIA).

Di sisi lain, stok produk olahan bergerak berbeda. Persediaan bensin bertambah sekitar 918 ribu barel, sedangkan stok distilat meningkat 355 ribu barel. Namun pasar lebih fokus pada penyusutan cadangan minyak mentah sebagai acuan utama keseimbangan pasokan.

Faktor lain datang dari sisi produsen. Sumber sebagaimana dilansir dari berita sumber menyebut OPEC+ berpeluang menghentikan kenaikan produksi selama tiga bulan mulai Oktober, setelah jadwal pengembalian produksi sukarela selesai dijalankan. Jika terealisasi, tambahan pasokan dari produsen utama akan tertahan pada kuartal IV, meredakan kekhawatiran kelebihan pasokan.

Sentimen geopolitik juga masih menjadi penggerak utama harga. Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran mengganggu arus perdagangan minyak global, terutama karena penutupan Selat Hormuz.

Pada Selasa, harga minyak sempat anjlok sekitar 5 persen ke level terendah dalam dua pekan setelah muncul harapan konflik mereda. Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran berjalan baik usai menghentikan kampanye pengeboman selama dua pekan. Namun ia tetap mengancam akan kembali melancarkan serangan jika negosiasi gagal, sementara Teheran membantah tengah membuka kembali perundingan.

Upaya diplomatik terus berlangsung. Oman mengajukan proposal kepada Iran terkait mekanisme pengelolaan Selat Hormuz, termasuk skema pungutan sukarela bagi kapal yang melintas. Rancangan ini mendapat dukungan negara-negara Teluk dan diharapkan menjadi landasan pemulihan perdagangan minyak melalui jalur strategis tersebut.

Reporter: Ibtihal