Harga Minyak Global Melonjak Hampir 5 Persen, Stok AS Turun
JAKARTA - Harga minyak dunia melonjak pada awal perdagangan Asia, Rabu 29 Juli 2026, memangkas pelemahan tajam sesi sebelumnya.
Minyak mentah Brent naik 4,59 persen ke 87,95 US dolar per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 4,58 persen ke 82,89 US dolar per barel.
Kenaikan dipicu konflik Timur Tengah yang kembali memanas. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melaporkan pasukan Iran meluncurkan rudal balistik ke pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. CENTCOM menyatakan seluruh rudal berhasil dicegat. Tak lama berselang, AS bersama Arab Saudi melancarkan serangan presisi ke sejumlah lokasi logistik dan gudang senjata di Irak.
Sentimen positif juga datang dari laporan American Petroleum Institute (API) yang menunjukkan stok minyak mentah AS turun sekitar 3,3 juta barel pekan lalu. Cadangan minyak strategis AS (SPR) berkurang 3,7 juta barel hingga mencapai level terendah sejak Maret 1983.
Di sisi lain, persediaan bensin naik 918.000 barel dan stok distilat bertambah 355.000 barel. Pelaku pasar kini menantikan laporan resmi dari Energy Information Administration (EIA). Jika data EIA mengonfirmasi penurunan stok atau konflik Timur Tengah meningkat, harga minyak berpotensi melanjutkan penguatan.
Sejak pecahnya perang Iran, volatilitas tetap menjadi ciri utama pasar minyak global dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.