Dividen Jumbo BBRI, Saham BBCA Anjlok, Emas Antam Turun
JAKARTA - Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, terutama investasi dan keuangan, investor.id telah menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam berinvestasi. Berikut lima berita paling populer hingga Jumat (24/7/2026).
Dividen Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan entitas anak membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp15,5 triliun pada kuartal I-2026, meningkat 14 persen secara tahunan. BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) merilis update terkait kinerja BBRI kuartal I-2026. Menurut broker efek tersebut, kinerja BBRI in line dengan kualitas yang sehat. NIM resilient meski CoF pressure, CoC turun signifikan, wholesale-driven growth compensates consumer weakness. BRIDS menyebut PBV BBRI 1,4x untuk ROE 18 persen lebih dan dividend yield 10–12 persen, yang merupakan anomali historis besar.
“Pasar pricing-in skenario bearish yang belum terjadi,” sebut BRIDS.
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 24 Juli 2026: Ambrol
Harga emas batangan PT Antam Tbk. (ANTM) terpantau ambrol pada Jumat, 24 Juli 2026. Dipantau dari laman Logam Mulia, harga emas Antam hari itu ambles Rp35.000. Sementara harga buyback emas Antam jatuh lebih dalam. Rincian harga pecahan emas batangan tercatat di laman Logam Mulia Antam.
Laporan Keuangan Bumi Resources (BUMI) Disorot
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan reli kuat menjelang pengumuman laporan keuangan kuartal II-2026. Penguatan tersebut mencerminkan meningkatnya perhatian investor terhadap prospek kinerja operasional sekaligus strategi diversifikasi bisnis perseroan. Pada perdagangan Kamis (23/7/2026), saham BUMI ditutup menguat di Rp183, naik 8,9 persen dibandingkan sehari sebelumnya di Rp168. Saham sempat menyentuh Rp196 dengan volume transaksi sekitar 12,1 miliar saham atau senilai Rp2,2 triliun. Analis Phintraco Sekuritas Aditya Prayoga menilai reli saham BUMI tidak terlepas dari ekspektasi investor terhadap laporan keuangan kuartal II-2026. Pasar juga mulai memperhitungkan potensi kontribusi aset non-coal perseroan yang memasuki tahap produksi.
Nasib Saham Bank Central Asia (BBCA)
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mendadak anjlok 3,46 persen ke Rp6.275 pada akhir perdagangan Kamis (23/7/2026). Saham bank besar ini banyak dilepas oleh asing. CGS International Sekuritas, dalam hitungannya untuk perdagangan Jumat (24/7/2026), melihat risiko saham BBCA dengan support pertama pada level tertentu. Namun, peluang saham BBCA untuk kembali berbalik arah tetap terbuka.
Grup Djarum Bermanuver, Siap Borong Saham Emiten Ini di Rp45.000
Grup Djarum melalui PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) mengumumkan penyelenggaraan voluntary tender offer atas sebanyak-banyaknya 980.044 saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk. (SUPR). Protelindo siap membeli semua saham publik SUPR di harga Rp45.000 per saham, dengan nilai keseluruhan mencapai Rp44,1 miliar. Manajemen Protelindo menjelaskan bahwa pada 20 Mei 2026, perusahaan sasaran SUPR telah memperoleh persetujuan pemegang saham independen dalam RUPSLB atas rencana perubahan status perusahaan dari terbuka menjadi tertutup (go private) dan persetujuan penghapusan pencatatan saham dari BEI (delisting).