BI Catat Kredit UMKM Masih Rendah meski Kredit Tumbuh 12,6 Persen

Ilustrasi bank indonesia (sumber foto : NET)
Penulis: Akbar
Jumat, 24 Juli 2026 | 16:59:48 WIB

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit pembiayaan untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masih rendah meski kredit secara umum tumbuh double digit.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menyampaikan bahwa pertumbuhan kredit secara umum pada Juni 2026 mencapai 12,6% (year on year/YoY). Namun demikian, pertumbuhan kredit sektor UMKM masih sangat kecil yakni di sekitar 1%.

"Sebelumnya negatif terus year-on-year, ya, dibandingkan kemarin. Tetapi kmai melihat geliat itu sudah mulai ada suatu peningkatan. Nah, ini menjadi PR kami semua bagaimana membantu UMKM," terangnya dalam acara Economic Briefing 2026 di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (24/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Oleh sebab itu, Destry menyebut bank sentral serta lembaga lain seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga terus mendorong peningkatan pembiayaan UMKM.

Secara makro, jumlah UMKM yang ada di Indonesia sebanyak 64 juta usaha berkontribusi sekitar 60% terhadap PDB. Penyerapannya terhadap tenaga kerja berkontribusi sekitar 97% terhadap penyerapan tenaga kerja nasional.

Destry lalu menyoroti bahwa dukungan sektor keuangan ke UMKM secara tidak langsung juga mendorong pembiayaan inklusif karena 60% dari pelakunya adalah perempuan.

Ke depan, Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019 ini menilai ada sejumlah tantangan yang dihadapi UMKM ke depannya. Selain akses pembiayaan, sebagian besar pelaku UMKM belum memiliki literasi keuangan yang tinggi.

Belum lagi, UMKM yang berorientasi ekspor masih sangat rendah. "Dari jumlah UMKM yang tadi saya bilang 64 juta, paling ekspor cuma 15%," terangnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Mengenai dukungan BI, bank sentral memiliki skema insentif likuiditas makroprudensial. Caranya, BI dapat menurunkan giro wajib minimum (GWM) bank umum apabila menyalurkan kredit ke sektor-sektor strategis tidak terkecuali yang menjadi prioritas pemerintah.

Reporter: Akbar