ENRG Terbitkan Obligasi Rp250 Miliar, Kupon 8,95 Persen per Tahun

Ilustrasi PT Energi Mega Persada Tbk mulai menawarkan obligasi berkelanjutan senilai Rp250 miliar dengan kupon 8,95 persen per tahun.(sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 23 Juli 2026 | 10:46:45 WIB

JAKARTA - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mulai melaksanakan masa penawaran Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2026 pada Kamis (23/7). Surat utang ini memiliki jumlah pokok Rp250 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,95 persen per tahun dan tenor 370 hari kalender.

Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan sejak tanggal emisi. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 28 Oktober 2026, sedangkan bunga terakhir sekaligus jatuh tempo pada 8 Agustus 2027. Setelah masa penawaran umum, tahap penjatahan dilakukan pada 24 Juli 2026, pengembalian dana pemesanan dan distribusi obligasi pada 28 Juli 2026, lalu pencatatan di BEI pada 29 Juli 2026.

Manajemen ENRG menjelaskan: 

“Dana hasil penerbitan obligasi ini seluruhnya akan digunakan perseroan untuk disalurkan kepada perusahaan anak sebagai modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan usaha masing-masing.”

Modal kerja tersebut mencakup biaya produksi, sewa fasilitas, bahan bakar, gaji, serta kewajiban usaha kepada pemasok maupun pihak ketiga, dengan target realisasi hingga 31 Desember 2026.

Rincian penyaluran dana obligasi:

  1. 52,69 persen untuk PT Kalila Bentu (KEIL).
  2. 21,78 persen untuk PT Energi Ekosistem Sumatera (EEES).
  3. 25,53 persen untuk PT Energi Timur Epicentrum (ETE).

Penyaluran dilakukan dalam bentuk pinjaman sesuai kebutuhan modal kerja masing-masing anak usaha. Dalam penerbitan ini, ENRG menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana dan penjamin emisi obligasi. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informasi umum mengenai penerbitan obligasi ENRG, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Reporter: Ibtihal