BI Rate Tetap 5,75 Persen, Investor Selective Buying Saham Pilihan

Ilustrasi Investor melakukan selective buying pada saham teknologi dan energi setelah keputusan BI Rate. (sumber gambar: NET)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 23 Juli 2026 | 10:46:45 WIB

JAKARTA - Reaksi pasar saham domestik terhadap keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 5,75 persen terbilang rasional. Investor mulai melakukan selective buying.

IHSG pada Rabu (22/7/2026) sempat tertekan pada sesi pertama setelah keputusan BI dan pelemahan rupiah, namun mampu memangkas penurunan hingga ditutup melemah tipis 0,09 persen di level 6.334. Rebound intraday ditopang rotasi dana ke saham teknologi yang naik 1,58 persen dipimpin BUKA, KIOS, dan DIVA. Saham energi seperti MEDC, PGEO, AKRA, ANTM, dan ESSA juga menguat, didorong harga minyak dunia mendekati 93 dolar AS per barel.

Pengamat pasar modal sekaligus pendiri Republik Investor, Hendra Wardana, menilai: 

“Hal itu menunjukkan investor mulai melakukan selective buying pada sektor-sektor yang memiliki katalis spesifik, baik dari sisi global maupun prospek kinerja.”

Meski demikian, rotasi tersebut belum diikuti penguatan merata di saham perbankan besar maupun sektor defensif. “Selama arus dana asing belum kembali stabil, peluang rotasi sektoral masih berpotensi berlangsung cepat dan lebih bersifat trading dibandingkan menjadi tren jangka menengah,” ungkap Hendra.

BI memperluas instrumen insentif untuk menarik investasi portofolio asing dan memperdalam pasar uang serta valas. Kebijakan ini positif secara fundamental, meski efektivitasnya terhadap pasar saham belum langsung terlihat. Investor asing masih mempertimbangkan faktor eksternal seperti arah kebijakan The Fed, konflik geopolitik Timur Tengah, harga minyak, dan stabilitas rupiah.

Net sell asing kembali mencapai Rp1,1 triliun pada perdagangan kemarin. Hendra menilai keputusan BI mempertahankan suku bunga memberi kepastian bahwa biaya dana tidak meningkat. Namun, pembalikan arus dana asing tetap membutuhkan dukungan sentimen global.

Secara teknikal, IHSG masih dalam konsolidasi dengan potensi menguji support MA5 di kisaran 6.238. 

“Selama area tersebut mampu dipertahankan, peluang rebound tetap terbuka dengan target resistance di kisaran 6.515,” jelas Hendra. Jika support ditembus disertai net sell asing berlanjut, tekanan koreksi bisa meningkat sehingga strategi selektif dan disiplin risiko tetap diperlukan.

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informasi umum mengenai selective buying dan analisis pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Reporter: Ibtihal