Sektor Telekomunikasi Murah, Analis Jagokan ISAT dan TLKM

Ilustrasi Lelang spektrum 5G tingkatkan optimisme sektor telekomunikasi Indonesia. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 22 Juli 2026 | 05:42:25 WIB

JAKARTA - Prospek saham sektor telekomunikasi dinilai masih menarik di tengah pengembangan jaringan 5G dan hasil lelang spektrum terbaru.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Jason Sebastian, menyebut sektor telekomunikasi Indonesia saat ini diperdagangkan dengan valuasi relatif murah dibandingkan dengan kawasan regional. Dalam risetnya, sektor ini diperdagangkan pada estimasi EV/EBITDA 2027 sebesar 4,2 kali atau sekitar 16 persen lebih rendah dibandingkan dengan Filipina.

“Valuasi sektor telekomunikasi Indonesia masih menarik secara relatif, sehingga kami meningkatkan rekomendasi menjadi overweight,” ujarnya dalam riset yang dikutip Kontan, Rabu (22/7/2026).

Dari sisi industri, lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz yang digelar pemerintah pada 10 Juli 2026 menjadi katalis penting. Telkomsel menjadi pemenang terbesar dengan total spektrum 100 MHz, Indosat memperoleh 80 MHz, dan XLSmart juga mendapatkan 80 MHz.

Meski demikian, Jason mengingatkan bahwa implementasi 5G berpotensi menekan margin dalam jangka pendek karena kebutuhan belanja modal meningkat, termasuk biaya spektrum dan kewajiban ekspansi jaringan.

“Margin berpotensi tertekan dalam jangka pendek karena biaya spektrum dan bunga pinjaman, sementara monetisasi 5G masih terbatas,” jelasnya.

Namun, dalam jangka panjang, pengembangan 5G tetap dinilai mendukung pertumbuhan pendapatan operator telekomunikasi. Potensi peningkatan pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) akan lebih optimal jika industri berada dalam struktur tiga pemain sehingga memungkinkan penyesuaian tarif.

Untuk rekomendasi saham, Samuel Sekuritas menjagokan PT Indosat Tbk. (ISAT) Sebagai pilihan utama.

“ISAT menjadi top pick kami, didukung strategi asset-light serta potensi kontribusi penjualan aset fiber,” tulisnya.

Selain itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga direkomendasikan untuk dibeli dengan target harga Rp3.300 per saham, seiring posisinya sebagai pemenang terbesar dalam lelang spektrum. Sementara PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) tetap direkomendasikan hold dengan target harga Rp2.700 per saham, mempertimbangkan proses integrasi pascamerger yang masih berlangsung.

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informasi umum mengenai prospek saham sektor telekomunikasi dan rekomendasi analis, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Reporter: Ibtihal