Bursa Asia Rebound, IHSG Cerah 1,74 Persen Usai Mediasi AS-Iran

Ilustrasi IHSG menguat 1,74 persen ditutup di level 6.340 pada perdagangan Selasa, didukung sektor energi. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Selasa, 21 Juli 2026 | 00:26:26 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,74 persen ke level 6.340 pada perdagangan Selasa (21/7/2026). Nilai transaksi mencapai Rp21,59 triliun dengan volume 511 juta lot saham.

Saham top gainers LQ45 antara lain DEWA, CUAN, AMMN, BUMI, BRPT, AKRA, dan WIFI. Sementara top losers LQ45 meliputi KLBF, UNVR, ADRO, EXCL, ADMR, PTBA, dan ITMG. Sektor energi menjadi penggerak utama dengan kenaikan 3,48 persen, didukung oleh saham INDY, BIPI, PGEO, ELSA, MEDC, dan BSSR. Sebaliknya, sektor kesehatan melemah 1,33 persen dengan saham DVLA, TSPC, SIDO, KLBF, dan HEAL terkoreksi.

Bursa Asia rebound setelah tiga hari melemah, dipicu turunnya harga minyak dari level tertinggi satu bulan akibat upaya mediasi konflik AS-Iran. MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik lebih dari 2 persen. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 3,26 persen, Shanghai Composite China naik 1,79 persen, Kospi Korea Selatan naik 3,56 persen, sementara Hang Seng Hong Kong turun tipis 0,04 persen.

Seorang pejabat senior Iran menyebut Teheran menerima proposal gencatan senjata 10 hari dari mediator. 

“Ini lebih terlihat seperti reli pemulihan daripada sinyal aman,” kata Charu Chanana, Kepala Strategi Investasi Saxo, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Di Eropa, STOXX 600 naik 0,3 persen ke 641,39 poin, didukung oleh saham teknologi seperti ASMI dan ASML yang masing-masing naik 2,5 persen dan 3 persen. Sektor pertambangan juga menguat 1,4 persen mengikuti kenaikan harga tembaga dan emas.

Harga minyak Brent turun 1,1 persen ke 88,26 dolar AS per barel, sementara WTI turun 0,9 persen ke 82,50 dolar AS. Ancaman blokade laut oleh Houthi terhadap Arab Saudi tetap membayangi pasar energi.

Reporter: Ibtihal