JAKARTA – Emas mencatat kenaikan tipis pada Senin ini, meski posisinya masih tertahan dalam kisaran harga sekitar 4.000 dolar. Harapan akan adanya de-eskalasi konflik di Iran telah meredakan sentimen penghindaran risiko pada awal pekan ini.
Logam mulia XAU/USD tengah bergerak menuju ujung pola descending triangle di area 4.000 dolar. Aset ini tetap berada di bawah garis resistance menurun, namun dukungan di atas area 3.965 dolar terus menahan upaya penurunan harga.
Ketegangan di Timur Tengah membuat kenaikan harga emas terbatas, namun komentar dari pejabat Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, memberikan harapan baru. "Kami mengisyaratkan bahwa upaya untuk de-eskalasi konflik sedang berlangsung," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sentimen risiko ini menekan Dolar AS dan memicu penurunan harga minyak dari level tertinggi satu bulan, yang berdampak positif bagi emas. Dolar AS juga tertekan oleh data inflasi yang lebih lemah dari prediksi pekan lalu, sehingga investor menurunkan ekspektasi pengetatan moneter Federal Reserve.
Dalam analisis teknis, XAU/USD diperdagangkan di 4.021 dolar dengan struktur bearish yang masih dominan. Meski begitu, formasi segitiga dan divergensi bullish pada Relative Strength Index (RSI) menunjukkan bahwa tekanan jual mungkin mulai melemah.
Para pembeli harus menembus batas atas segitiga di sekitar 4.050 dolar untuk mengonfirmasi perubahan tren menuju target 4.100 dolar hingga 4.210 dolar. Sebaliknya, penembusan di bawah level 3.941 dolar akan membuka potensi penurunan lebih dalam ke area 3.886 dolar hingga 3.830 dolar.