Mendag Budi Santoso Pacu Ekspor Padat Karya Lewat Perjanjian Dagang

Mendag, Budi Santoso. (Foto: Bido Humas Kemendag)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:47:55 WIB

JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong sektor industri padat karya untuk terus menggenjot volume ekspor dengan mengoptimalkan implementasi dari bermacam-macam kesepakatan perjanjian dagang yang telah dikantongi oleh Indonesia.

Melalui keterangan resminya di Jakarta pada hari Rabu, pihak Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan komitmennya untuk terus mempererat jalinan sinergi bersama para pelaku usaha berorientasi ekspor. 

Langkah ini dijalankan agar ekspansi penetrasi pasar ekspor serta peningkatan daya saing komoditas manufaktur buatan dalam negeri dapat termanfaatkan secara lebih optimal.

"Indonesia memiliki perjanjian dagang yang dapat dimanfaatkan produk-produk Indonesia. Pemerintah selalu memperjuangkan produk-produk manufaktur padat karya agar dapat memperoleh tarif lebih kompetitif di negara tujuan ekspor," ujar Budi.

Saat melangsungkan agenda pertemuan bersama delegasi perwakilan kantor pusat Epson serta PT Indonesia Epson Industry di kantor Kemendag, Jakarta pada hari Selasa (14/7/2026), Budi memotivasi entitas korporasi tersebut untuk mendongkrak capaian ekspor dengan mendayagunakan kerja sama perdagangan internasional yang dimiliki Indonesia.

Ia pun turut menyampaikan apresiasi atas rencana ekspansi bisnis dari pihak perseroan yang berniat memperlebar jangkauan pasar ekspor mereka hingga menyasar wilayah Afrika serta Timur Tengah.

Sasaran perluasan pasar tersebut selaras dengan peta jalan strategis Kemendag yang tengah giat memperluas pangsa pasar ekspor ke negara-negara tujuan nontradisional.

Menurut penjelasan Budi, saat sekarang ini Indonesia telah mengantongi sebanyak 20 pakta perjanjian dagang yang sudah resmi diimplementasikan, 15 draf perjanjian yang masih berada di dalam proses ratifikasi, serta 11 kesepakatan dagang yang tengah berada pada tahapan negosiasi.

Pihak Kemendag, melalui sokongan jejaring perwakilan perdagangan RI yang tersebar di 33 negara, juga berkomitmen penuh untuk membantu menjembatani serta menyelesaikan beragam hambatan teknis yang dihadapi oleh para eksportir di negara tujuan.

Ia menaruh harapan besar agar langkah perumusan perjanjian dagang ini mampu menciptakan sekaligus membuka celah pasar yang jauh lebih lebar bagi komoditas ekspor asal Indonesia.

Oleh sebab itu, Budi memacu para pelaku industri manufaktur di Indonesia agar tanggap dalam menangkap peluang emas tersebut dengan cara melipatgandakan pengiriman volume ekspor dari tanah air.

Berkenaan dengan isu kelancaran arus logistik serta aspek kepastian hukum regulasi, Budi memberikan penegasan bahwa Kemendag bakal terus menjalin komunikasi intensif dengan jajaran kementerian maupun lembaga negara terkait guna menyokong kelancaran operasional ekspor sekaligus membangun atmosfer dunia usaha yang kondusif bagi pelaku industri.

"Kemendag akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk membantu menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi eksportir," sebut Budi.

Reporter: Ibtihal