BEI Tetapkan 51 Saham Masuk Kategori HSC

PT Bursa Efek Indonesia menetapkan 51 saham masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC). (Sumber Foto: NET)
Penulis: Akbar
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:47:23 WIB

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia melakukan penambahan sebanyak 37 saham ke dalam kelompok High Shareholding Concentration atau saham yang memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi.

Dengan adanya tambahan tersebut, jumlah total saham yang masuk ke dalam daftar HSC saat ini mencapai 51 emiten.

Deretan saham yang tergolong dalam kategori HSC secara otomatis tidak lagi menjadi bagian dari konstituen indeks utama BEI, seperti IDX80, IDX30, serta LQ45.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan bahwa penambahan itu merupakan hasil dari penilaian terkini terhadap saham-saham yang memenuhi kriteria HSC.

"Kami akan segera mengumumkan ada 37 saham baru masuk dalam kriteria high shareholding concentration, sehingga total saham yang ada di dalam high shareholding concentration akan menjadi 51 saham," ujar Jeffrey dari Sumbernya, Rabu (15/7/2026).

Tambahan 37 saham tersebut melengkapi 14 saham HSC yang telah diinformasikan sebelumnya.

BEI menerangkan, penambahan daftar HSC dilaksanakan sesudah diterapkannya syarat baru berupa Price Impact Ratio bagi saham dengan kapitalisasi pasar melebihi Rp10 triliun.

Menurut Jeffrey, Price Impact Ratio berfungsi untuk mengukur perubahan harga saham terhadap velocity, yakni rata-rata volume transaksi dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar di publik atau free float.

Oleh karena itu, saham dengan volume transaksi rendah akan menghasilkan velocity yang juga rendah.

Seandainya saham tersebut mencatatkan perubahan harga yang cukup besar, maka Price Impact Ratio akan menjadi tinggi dan berpotensi masuk ke kategori HSC.

BEI bakal melaksanakan evaluasi daftar saham HSC secara berkala setiap tiga bulan atau menyesuaikan siklus evaluasi indeks utama.

"Atas saham-saham inilah kami akan melakukan screening terhadap potensi ada atau tidaknya high shareholding concentration. Tentu trigger factors lain yang terkait dengan kegiatan pengawasan itu akan tetap dilakukan," kata Jeffrey dari Sumbernya.

Daftar 51 Saham Masuk Kategori HSC

  1. PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
  2. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
  3. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  4. PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
  5. PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)
  6. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
  7. PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)
  8. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
  9. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
  10. PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
  11. PT Mahkota Group Tbk (MGRO)
  12. PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)
  13. PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)
  14. PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)
  15. PT DCI Indonesia Tbk (DCII)
  16. PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
  17. PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)
  18. PT Ekamas Muda Republik Tbk (MORA)
  19. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)
  20. PT Bank Permata Tbk (BNLI)
  21. PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)
  22. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)
  23. PT Soho Global Health Tbk (SOHO)
  24. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)
  25. PT FAP Agri Tbk (FAPA)
  26. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
  27. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
  28. PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)
  29. PT Siantar Top Tbk (STTP)
  30. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)
  31. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
  32. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
  33. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)
  34. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)
  35. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)
  36. PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)
  37. PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)
  38. PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
  39. PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)
  40. PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)
  41. PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)
  42. PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)
  43. PT MD Entertainment Tbk (FILM)
  44. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)
  45. PT Golden Flower Tbk (POLU)
  46. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)
  47. PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)
  48. PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)
  49. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)
  50. PT Bank Mega Tbk (MEGA)
  51. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)

Reporter: Akbar