BEI Tetapkan 37 Saham Baru dalam Kategori HSC, Berikut Daftarnya
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia menetapkan 37 saham baru masuk kategori High Shareholding Concentration atau HSC.
Hal tersebut adalah hasil penyaringan dengan memanfaatkan indikator price-impact ratio.
Bersamaan dengan tambahan itu, jumlah saham yang termasuk kategori HSC bertambah hingga menjadi 51 saham.
Seluruh saham baru tersebut berasal dari kelompok emiten dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik menjelaskan, bursa lebih dulu menyaring 171 saham berkapitalisasi besar menggunakan indikator price-impact ratio.
Selanjutnya, saham yang memiliki rasio tinggi kembali disaring untuk melihat indikasi konsentrasi kepemilikan.
Akan tetapi, Jeffrey menegaskan saham yang memiliki price-impact ratio tinggi tidak otomatis masuk kategori HSC.
"Untuk saham-saham dengan price-impact ratio yang tinggi, tentu akan dilakukan screening terhadap potensi adanya high shareholding concentration," jelasnya dari Sumbernya, Selasa (14/7/2026).
Menurut Jeffrey, hasil penyaringan tersebut menghasilkan 37 saham yang memenuhi indikasi HSC.
Penambahan indikator price-impact ratio menjadi bagian dari evaluasi metodologi HSC yang dilakukan BEI.
Selain indikator price-impact ratio, BEI tetap menggunakan berbagai trigger factors dalam kegiatan pengawasan.
Faktor-faktor tersebut diterapkan secara insidental terhadap seluruh saham sesuai kebutuhan pengawasan bursa.
Berikut daftar 37 saham yang masuk kategori HSC berdasarkan metodologi baru BEI.
- PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)
- PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)
- PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)
- PT Golden Flower Tbk (POLU)
- PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)
- PT MD Entertainment Tbk (FILM)
- PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)
- PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)
- PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)
- PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)
- PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
- PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)
- PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)
- PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)
- PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)
- PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)
- PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)
- PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
- PT Bank Mega Tbk (MEGA)
- PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
- PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)
- PT Siantar Top Tbk (STTP)
- PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)
- PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
- PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
- PT FAP Agri Tbk (FAPA)
- PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)
- PT Soho Global Health Tbk (SOHO)
- PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)
- PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)
- PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)
- PT Bank Permata Tbk (BNLI)
- PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)
- PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)
- PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
- PT DCI Indonesia Tbk (DCII)