WGSH Bidik Dana Rp25,23 Miliar Lewat Aksi Private Placement

PT Wira Global Solusi Tbk bidik dana Rp25,23 miliar melalui private placement pada Semester II-2026. (Sumber Foto: NET)
Penulis: Akbar
Selasa, 14 Juli 2026 | 09:45:49 WIB

JAKARTA - PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) atau WGS Ventures berencana menjalankan Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement pada Semester II-2026.

Melalui langkah bisnis tersebut, perusahaan membidik pengumpulan dana mencapai Rp25,23 miliar guna menguatkan modal kerja sekaligus menyokong perluasan bisnis.

Di dalam surat balasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 13 Juli 2026, Direktur Utama WGS Ventures, Hendy Rusli, mengutarakan harga pelaksanaan PMTHMETD diproyeksikan berada pada rentang Rp121-Rp130 per saham.

Sedangkan harga akhir akan mengikuti aturan BEI, yaitu sekurang-kurangnya 90 persen dari rerata harga penutupan saham selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum pengajuan permohonan pencatatan saham tambahan dilakukan.

Dengan perkiraan harga pelaksanaan sebesar Rp121 per saham serta penerbitan paling banyak 208,5 juta saham baru, perusahaan berpeluang mengumpulkan dana sekitar Rp25,23 miliar yang bakal disetor penuh secara tunai oleh penanam modal.

Manajemen memastikan langkah bisnis tersebut tidak bakal merombak susunan pengendali perusahaan.

Pemegang Saham Pengendali (PSP) akan tetap sama seperti sebelum penerapan PMTHMETD.

Perusahaan juga membeberkan saat ini masih melakukan pendekatan serta negosiasi dengan sejumlah calon penanam modal strategis.

Seluruh calon penanam modal yang sedang didekati merupakan pihak independen serta tidak mempunyai ikatan afiliasi dengan perusahaan.

Seluruh dana bersih hasil private placement akan dipakai untuk menyokong pengembangan usaha.

Sebesar Rp20 miliar bakal dialokasikan pada Semester II-2026 untuk pembelian material berupa sampah botol plastik cacah (flakes), yang selanjutnya diolah menjadi pellet recycled polyethylene terephthalate (rPET) serta botol baru berstandar food grade demi menaikkan angka penjualan.

Sementara itu, sisa dana sekitar Rp5,23 miliar akan dipakai pada Semester I-2027 untuk mendanai pembangunan platform digital bagi pengumpul sampah berbasis aplikasi.

Dana tersebut akan dipakai untuk pengembangan sistem, pembayaran upah pegawai, serta kebutuhan operasional lainnya dalam menyokong digitalisasi ekosistem daur ulang.

Secara proforma berdasarkan posisi keuangan per September 2025, langkah bisnis ini diproyeksikan menaikkan total aset perusahaan sebesar 5,51 persen menjadi Rp79,89 miliar.

Ekuitas juga diprediksi naik 6,39 persen menjadi Rp69,38 miliar.

Di sisi lain, porsi kepemilikan saham publik (free float) diproyeksikan terdilusi dari 19,75 persen menjadi 17,95 persen.

Meskipun demikian, perusahaan menjamin persentase tersebut masih memenuhi aturan minimum free float yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia.

Reporter: Akbar