Telkomsat Gandeng UNIVITY Kembangkan Satelit Generasi Baru

ILUSTRASI, Telkomsat dan UNIVITY resmi menjalin MoU untuk pengembangan teknologi satelit VLEO di Indonesia. (Sumber Gambar : Net)
Selasa, 14 Juli 2026 | 15:51:03 WIB

JAKARTA – PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) menjalin kemitraan dengan perusahaan infrastruktur antariksa asal Prancis, UNIVITY, guna mengembangkan teknologi satelit Very Low Earth Orbit (VLEO) di Tanah Air melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kolaborasi ini berfokus pada kajian pengembangan teknologi satelit VLEO serta layanan Direct-to-Device. Kedua inovasi teknologi tersebut dipersiapkan demi menyokong kebutuhan konektivitas nasional yang kian tumbuh pesat.

Direktur Pengembangan Telkomsat, Anggoro K. Widiawan, mengungkapkan bahwa teknologi satelit masih memegang peranan krusial untuk memperlebar jangkauan telekomunikasi, khususnya pada area pelosok yang mempunyai kendala geografis.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Konektivitas satelit terus memainkan peran penting dalam mendukung ekosistem digital Indonesia, khususnya di wilayah terpencil dan tersebar secara geografis," ujar Anggoro dalam rilis resmi pada Senin (13/7/2026).

Menurut penuturan Anggoro, kolaborasi ini juga menjadi pijakan awal dalam mengkaji penerapan struktur satelit generasi mutakhir. Studi tersebut meliputi perancangan jaringan nonterestrial untuk menunjang keperluan koneksi berskala nasional.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Melalui MoU bersama UNIVITY ini, kami berharap dapat mengeksplorasi bagaimana arsitektur satelit yang berkembang dan kapabilitas jaringan nonterestrial dapat menjawab kebutuhan konektivitas Indonesia," ucapnya.

Di samping itu, Telkomsat bersama UNIVITY bakal mengkaji perancangan arsitektur hybrid multi-orbit. Sistem terintegrasi ini memadukan satelit geostasioner kepunyaan Telkomsat dengan konstelasi satelit VLEO rancangan UNIVITY.

Anggoro menaruh harapan agar inovasi konektivitas hybrid multi-orbit ini mampu memperkokoh akselerasi transformasi digital di dalam negeri. Satelit generasi terbaru ini pun diproyeksikan mampu menyokong kedaulatan koneksi di Indonesia.

Kedua belah pihak juga mempelajari opsi pendayagunaan infrastruktur stasiun bumi di Indonesia. Fasilitas tersebut nantinya akan disatukan dengan konstelasi VLEO demi menopang perluasan layanan satelit di masa depan.

Pendiri sekaligus CEO UNIVITY, Charles Delfieux, berpandangan bahwa Indonesia menyimpan potensi yang sangat menjanjikan untuk ekspansi konektivitas satelit. Peluang besar ini dipicu oleh kebutuhan integrasi yang kian tinggi antara jaringan terestrial dan antariksa.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Indonesia merupakan salah satu pasar konektivitas paling dinamis di dunia, dengan peluang bagi konvergensi jaringan terestrial dan jaringan berbasis antariksa," tutur Charles.

Sekarang ini, UNIVITY tengah merancang konstelasi satelit VLEO yang mendayagunakan spektrum 5G milik operator seluler. Terobosan ini disiapkan untuk melengkapi jaringan terestrial lewat penyediaan layanan berkecepatan tinggi dengan latensi yang sangat rendah.

Reporter: Gemilang Ramadhan