43 Perusahaan Antre, Pefindo Pegang Mandat Obligasi Rp50,81 Triliun

Ilustrasi Pefindo. (Foto: Majalah Investor)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 09 Juli 2026 | 16:40:54 WIB

JAKARTA - Aktivitas pasar surat utang korporasi diperkirakan tetap semarak pada paruh kedua tahun 2026. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) melaporkan telah memegang mandat pemeringkatan obligasi dengan nilai total Rp50,81 triliun yang berasal dari 43 perusahaan hingga posisi 30 Juni 2026.

Direktur Pemeringkatan Pefindo Hendro Utomo memaparkan pada Rabu (8/7/2026) bahwa dari keseluruhan mandat yang masuk, kontribusi paling besar disumbang oleh rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan atau EBUS yang mencapai Rp28 triliun.

"Produk berkelanjutan ini memang menarik bagi penerbit karena lebih fleksibel untuk diterbitkan. Dan angka ini masih bisa bertambah, karena ini posisi per 30 Juni. Masih ada potensi mandat baru masuk di semester II dan terealisasi tahun ini juga," ujar Hendro dalam Media Forum Pefindo.

Pembiayaan dan Tambang Paling Dominan

Hendro menjabarkan bahwa 43 perusahaan yang telah menyerahkan mandat tersebut bergerak di pelbagai sektor. Bidang yang paling menguasai meliputi sektor pembiayaan, pertambangan, perbankan, perusahaan induk, sampai dengan instansi yang terafiliasi dengan pemerintah.

Apabila ditinjau dari peta kepemilikan, korporasi swasta tetap menjadi penggerak utama. Perusahaan non-pelat merah merencanakan emisi dengan nilai Rp36,65 triliun. 

Di lain sisi, korporasi dari kelompok BUMN atau BUMD mengagendakan nilai penerbitan sebesar Rp14,16 triliun.

"Jadi memang swasta masih lebih besar porsinya. Tapi BUMN/BUMD juga tetap aktif, terutama untuk kebutuhan pembiayaan proyek dan refinancing," jelas Hendro.

Pefindo memandang optimistis bahwa penerbitan surat utang pada semester kedua 2026 bakal melaju kuat. Faktor pendorong utamanya adalah adanya akumulasi obligasi yang akan jatuh tempo dalam jumlah jumbo, yakni menyentuh Rp107,51 triliun.

Bukan hanya itu, minat dari kalangan investor pun dinilai tetap kokoh.

"Investor juga masih butuh produk untuk parkir dana pengganti investasi yang sudah jatuh tempo. Jadi dari sisi demand kami rasa masih kuat," tambah Hendro.

Sentimen positif ini pun didukung oleh situasi perekonomian dalam negeri yang dipandang tetap ajek. 

Langkah kebijakan fiskal pemerintah yang ekspansif serta kebijakan moneter yang berkonsentrasi pada perlindungan stabilitas pasar keuangan ikut memberikan dorongan.

Proyeksi 2026: Rp154 T - Rp196,86 T

Berbekal bermacam indikator tersebut, Pefindo tidak mengubah estimasi emisi baru untuk surat utang di sepanjang tahun 2026 yang dipatok pada rentang Rp154 triliun sampai Rp196,86 triliun.

Sampai dengan akhir Juni 2026, pemenuhan penerbitan baru yang telah dihimpun oleh Pefindo berada di angka Rp87,35 triliun. 

Dengan begitu, masih tersedia celah sekitar Rp66 triliun hingga Rp109 triliun yang punya peluang untuk meluncur ke pasar sampai pergantian tahun.

"Kami cukup optimis penerbitan di paruh kedua akan berjalan solid, seiring kebutuhan korporasi untuk refinancing dan ekspansi bisnis," pungkas Hendro.

Reporter: Ibtihal