Prospek Cerah, MNC Sekuritas Naikkan Target Harga Saham MDKA

Aktivitas operasional Grup Merdeka Copper Gold (MDKA). (Foto: MDKA)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 09 Juli 2026 | 15:32:01 WIB

JAKARTA -  Estimasi laba bersih PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) untuk tahun ini mengalami kenaikan. 

Sejalan dengan hal tersebut, target harga saham MDKA pun disesuaikan ke level yang lebih tinggi.

Merdeka Copper Gold (MDKA) yang berstatus sebagai salah satu emiten pertambangan emas dan tembaga terbesar di tanah air berhasil mencetak laba bersih senilai US$ 57,5 juta pada kuartal I-2026. 

Pencapaian ini membalikkan keadaan secara drastis dari kerugian bersih yang menyentuh US$ 3,7 juta pada kuartal yang sama di tahun sebelumnya.

Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) meroket hingga 182% yoy menjadi US$ 249,9 juta. 

“Margin EBITDA juga meningkat tajam menjadi 40% dibandingkan 18% pada kuartal I-2025,” tulis analis MNC Sekuritas, Raka Junico W dalam risetnya, dikutip pada Kamis (9/7/2026).

MDKA lewat entitas anak usahanya, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), telah merealisasikan produksi emas pertama di pertambangan Pani Gold sebanyak 1,8 ribu ons (thousand ounces/Koz) pada kuartal I-2026. 

Walau demikian, angka penjualan pada Maret 2026 baru menyentuh 0,5 Koz.

Dari aspek eksplorasi, aktivitas pengeboran di wilayah Kolokoa sukses menambah cadangan sumber daya emas sebesar 400 Koz. 

Lewat penambahan ini, keseluruhan sumber daya Merdeka Copper Gold (MDKA) menanjak menjadi 7,4 juta ons (million ounces/Moz) dari lahan seluas 135 hektare (ha), yang menjadi bagian dari total area konsesi seluas 14.000 ha.

MDKA mengestimasikan lonjakan produksi bakal mulai terlihat pada kuartal II-2026, dengan pasokan volume yang jauh lebih masif pada semester II-2026. 

“Target produksi sepanjang 2026 tetap dipertahankan di kisaran 100-115 Koz,” sebut Raka.

Pada waktu yang sama, fasilitas high pressure acid leach (HPAL) kepemilikan Grup MDKA melalui PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) dengan daya tampung 90 ribu ton per tahun (ktpa) sudah merampungkan proses commissioning, yakni tingkatan uji coba operasional sebelum masuk ke tahap komersial.

Untuk saat ini, menurut Raka, proyek HPAL SLNC tinggal menanti turunnya izin usaha industri (IUI) sebagai regulasi final.

Target Harga Saham MDKA

Di sisi lain, nilai jual asam sulfat melonjak pesat dari kisaran US$ 300 per ton di tahun lalu menjadi US$ 1.100-1.200 per ton. 

Kenaikan tajam ini disebabkan oleh menipisnya stok akibat ketegangan politik yang terjadi di wilayah Timur Tengah.

Kendati begitu, harga jual rata-rata (average selling price/ASP) mixed hydroxide precipitate (MHP) masih bertahan kuat pada rentang US$ 14.000-15.000 per ton. 

Margin tunai diproyeksikan tetap berada di zona yang aman pada kisaran US$ 3.800-5.000 per ton.

MNC Sekuritas mengatrol proyeksi laba bersih MDKA untuk tahun ini sebesar 25% menjadi US$ 144 juta. 

Selaras dengan penyesuaian itu, MNC Sekuritas turut mengerek target harga saham MDKA ke posisi Rp 4.350 dari angka sebelumnya Rp 3.000.

Saat ini, saham Merdeka Copper Gold (MDKA) ditransaksikan pada standar deviasi minus dua (-2SD) jika dikomparasikan dengan rata-rata penilaian tiga tahun ke belakang, dengan rasio EV/EBITDA di angka 13,3 kali.

“Kondisi tersebut menunjukkan valuasi saham MDKA berada di bawah rata-rata historisnya,” pungkas Raka.

Reporter: Ibtihal