Wamendag Dorong Kerja Sama RI-Selangor di Sektor Semikonduktor

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri. (Foto: net)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 09 Juli 2026 | 15:32:01 WIB

JAKARTA -  Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, memacu peningkatan kolaborasi ekonomi Indonesia dengan Negara Bagian Selangor, Malaysia, mulai dari sektor perdagangan, investasi sampai pengembangan industri bernilai tambah seperti semikonduktor serta manufaktur maju. 

Komitmen itu diutarakan Roro kala bersua Menteri Besar Selangor Dato' Seri Amirudin Bin Shari di Jakarta, Rabu (8/7/2026). 

Pertemuan bilateral tersebut menjadi bagian dari langkah memperkokoh hubungan ekonomi Indonesia-Malaysia, utamanya dengan Selangor yang berstatus sebagai pusat ekonomi terbesar di Negeri Jiran. 

Roro menyebutkan, Selangor mempunyai posisi strategis sebagai pusat perdagangan, investasi, dan logistik Malaysia sehingga menjadi salah satu mitra ekonomi utama bagi Indonesia.

"Indonesia dan Malaysia tidak hanya memiliki kedekatan geografis, tetapi juga ikatan sejarah, budaya, dan hubungan antarwarga yang mendalam. Selangor memainkan peran vital sebagai pusat ekonomi terbesar di Malaysia serta menjadi pusat penting bagi perdagangan, investasi, dan logistik," ujar Roro dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).

Berdasarkan penuturannya, Indonesia saat ini menjadi mitra dagang terbesar keenam bagi Selangor lewat kontribusi berkisar 4,4% terhadap total perdagangan negara bagian tersebut. 

Hubungan dagang kedua belah pihak pun ditopang oleh konektivitas logistik lewat Pelabuhan Klang serta Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). 

Roro berpandangan, struktur ekonomi Indonesia dan Selangor saling mengisi. Indonesia menyuplai komoditas, bahan baku, produk pangan, serta barang konsumsi, sedangkan Selangor menjadi penyuplai produk manufaktur bernilai tambah tinggi.

Di samping itu, Kemendag juga melirik peluang untuk memperlebar kerja sama di sektor strategis, seperti semikonduktor, manufaktur maju, industri penerbangan, hingga pengembangan sumber daya manusia.

"Kami melihat potensi kerja sama yang kuat dalam industri bernilai tinggi, termasuk semikonduktor, manufaktur maju, penerbangan, dan sektor-sektor baru lainnya," katanya.

Lebih lanjut, pemerintah Indonesia pun membuka ruang kolaborasi untuk pengembangan talenta semikonduktor lewat Advanced Semiconductor Academy of Malaysia (ASEM).

Selain itu, kerja sama pendidikan vokasi atau Technical and Vocational Education and Training (TVET) dianggap dapat memperkokoh kesiapan tenaga kerja industri di kedua negara. 

Dalam momentum tersebut, Roro juga menyampaikan apresiasi atas keputusan Selangor yang menetapkan Bandung sebagai tuan rumah Selangor International Business Summit (SIBS) @ASEAN 2026 pada 9–10 Juli 2026. 

Ini merupakan momen perdana ajang itu diselenggarakan di luar Malaysia. Roro berharap, forum bisnis tersebut mampu memperkuat hubungan investasi dan perdagangan kedua wilayah sekaligus menopang pembentukan rantai pasok regional yang lebih kokoh di kawasan ASEAN.

Sementara itu, Menteri Besar Selangor, Dato' Seri Amirudin Bin Shari, menuturkan bahwa Selangor membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan Indonesia, terutama pada sektor ketahanan pangan, energi, pengembangan talenta, serta ekspansi dunia usaha. 

Menurutnya, penguatan hubungan ekonomi kedua pihak diharapkan dapat melahirkan sinergi strategis sekaligus membuka peluang investasi baru yang saling menguntungkan bagi Indonesia dan Selangor.

Reporter: Ibtihal