Esa Medika Resmi IPO, Fokus Kembangkan Produksi Alat Kesehatan Indonesia
JAKARTA – PT Esa Medika Mandiri Tbk telah resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham EMMI pada Rabu (8/7/2026). Langkah ini menjadi capaian baru perseroan untuk bertransformasi menjadi perusahaan terbuka yang menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.
Direktur Utama PT Esa Medika Mandiri Tbk, Florian Chris Widjaja, mengungkapkan bahwa IPO ini menjadikan perseroan bagian dari keluarga emiten di Bursa Efek Indonesia. "Status perusahaan terbuka akan mendorong kami untuk semakin memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi informasi, dan mempercepat langkah kami dalam membangun ekosistem alat kesehatan yang lebih mandiri di Indonesia," ujarnya sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Esa Medika berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan. Florian meyakini bahwa kebutuhan akan alat kesehatan berkualitas serta kemandirian produksi dalam negeri akan terus meningkat.
"Kami menyadari bahwa kepercayaan investor merupakan sebuah tanggung jawab besar. Pencatatan perdana saham EMMI bukan akhir, melainkan awal dari komitmen kami untuk terus tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi sektor kesehatan di Indonesia," katanya sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Dalam gelaran IPO ini, Esa Medika menerbitkan 522,86 juta saham baru yang merepresentasikan 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dana hasil IPO akan difokuskan untuk penguatan struktur permodalan, pengembangan fasilitas produksi, serta penambahan modal kerja.
Presiden Komisaris PT Esa Medika Mandiri Tbk, Surya Gunawan Widjaja, menjelaskan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk pembayaran sebagian pinjaman bank, pembangunan pabrik baru di Cikupa, serta pembelian persediaan. "Dengan dukungan investor publik, kami akan mempercepat pengembangan kapasitas produksi dalam negeri dan meningkatkan kemampuan kami dalam memenuhi kebutuhan alat kesehatan, baik untuk proyek pemerintah maupun swasta. Fokus kami tetap pada penyediaan produk yang andal, layanan yang responsif, dan solusi yang relevan bagi dunia kesehatan. Hal tersebut sejalan dengan moto perusahaan yang berbunyi, rakyat sehat, negara kuat dan maju," katanya sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Ke depannya, perseroan akan terus mengembangkan lini produk lokal, memperluas jaringan distribusi, serta memperkuat kerja sama dengan prinsipal internasional. Sejak berdiri pada tahun 2000, Esa Medika telah berfokus pada perdagangan besar alat medis dengan basis pelanggan rumah sakit dan berbagai fasilitas kesehatan.
Operasional perusahaan didukung oleh kantor pusat di Gading Serpong, fasilitas produksi, serta jaringan kantor perwakilan di berbagai daerah. Dengan platform distribusi nasional, perseroan menargetkan jangkauan yang lebih luas terhadap rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Indonesia.
Hingga penutupan sesi pertama perdagangan, harga saham EMMI bergerak menguat 20,21 persen ke level Rp565. Saham EMMI sempat menyentuh batas auto rejection atas namun kembali terkoreksi akibat aksi jual pada debut perdagangan.