Meski IHSG Tertekan, 10 Unitlink Saham Ini Catatkan Return Tinggi

Ilustrasi: Meski IHSG melemah, 10 produk unitlink saham catat return tinggi hingga 72,88 persen per Juni 2026. (Gambar: NET)
Penulis: Akbar
Rabu, 08 Juli 2026 | 15:23:54 WIB

JAKARTA – Rata-rata imbal hasil atau yield unitlink berbasis saham mengalami kontraksi paling dalam dibandingkan jenis lainnya. Berdasarkan data Infovesta secara year to date, rata-rata return unitlink saham tercatat terkontraksi sebesar 13,39 persen per Juni 2026.

Meski demikian, terdapat 10 produk unitlink saham yang mampu mencetak kinerja di atas rata-rata pasar. Posisi pertama ditempati Manulife Dana Ekuitas Asia Pasific - IDR milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia dengan return 72,88 persen.

Posisi kedua diisi Manulife Dana Ekuitas Asia Pasific - USD milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia yang mencatat return 61,37 persen. Selanjutnya, posisi ketiga diraih Manulife Dana Ekuitas Asia Pasifik Syariah - IDR milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia dengan return 46,69 persen.

Peringkat keempat diisi Manulife Dana Ekuitas Asia Pasifik Syariah - USD milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia dengan imbal hasil 36,93 persen. Posisi kelima ditempati USD Prime Emerging Market Equity Fund milik PT AIA Financial dengan return 34,48 persen.

Peringkat keenam diisi Smartwealth Dollar Equity World Opportunities Funds US$ milik PT Asuransi Allianz Life Indonesia yang memberikan return 32,92 persen. Posisi ketujuh ditempati Mandiri Golden Offshore USD milik PT AXA Mandiri Financial Services dengan imbal hasil 30,94 persen.

Posisi kedelapan diraih PRUlink US Dollar Global Tech Equity Fund milik PT Prudential Life Assurance dengan imbal hasil 27,70 persen. Peringkat kesembilan ditempati FWD USD Equity Plus Fund milik PT FWD Insurance Indonesia dengan imbal hasil 26,43 persen.

Posisi kesepuluh diisi Smartwealth Dollar Equity Global Artificial Intelligence Fund milik PT Asuransi Allianz Life Indonesia dengan return 26,28 persen. Seluruh capaian kinerja produk tersebut tercatat per Juni 2026.

Head of Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, menjelaskan bahwa kontraksi kinerja unitlink saham dipengaruhi oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tertekan. IHSG sendiri diketahui melemah sebesar 34,74 persen secara year to date hingga akhir Juni 2026.

"Seiring IHSG yang masih dalam tekanan, kinerja unitlink saham juga negatif. Meski demikian, kinerja unitlink saham sedikit lebih baik dibanding reksadana saham dari sisi penurunan," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Wawan memprediksi kinerja unitlink saham akan sulit bangkit dalam waktu dekat karena pasar modal Indonesia belum menunjukkan penguatan berarti. Data Infovesta menunjukkan rata-rata return unitlink saham per Juni 2026 semakin dalam dibandingkan posisi Mei 2026 yang sebesar 8,76 persen.

Kinerja unitlink campuran juga tercatat terpuruk dengan rata-rata kontraksi 8,93 persen per Juni 2026. Sementara itu, unitlink pendapatan tetap terkontraksi 1,64 persen per Juni 2026.

Hanya unitlink pasar uang yang mampu mencatatkan kinerja positif dengan rata-rata return sebesar 1,58 persen per Juni 2026.

Reporter: Akbar