BRI Danareksa Rekomendasikan Buy Saham AMMN, ANTM, dan BRMS

Gedung kantor Bursa Efek Indonesia. (Foto: Jogjainsight)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 08 Juli 2026 | 14:35:14 WIB

JAKARTA – BRI Danareksa Sekuritas menyarankan beli saham AMMN, ANTM, BRMS, INCO, MBMA, NCKL, dan TINS – walaupun pergerakan keuntungan sektor tambang logam diproyeksikan masih terbatas pada triwulan II-2026. Jadi, saham mana yang paling diutamakan?

BRI Danareksa Sekuritas mengestimasi perolehan sektor pertambangan logam pada triwulan II-2026 menembus US$ 4,5 miliar, melonjak 12% qoq atau 38% yoy. 

Peningkatan ini akan lebih dominan didorong oleh perbaikan harga jual serta kombinasi produk ketimbang pemulihan jumlah produksi maupun distribusi.

Dari aspek profit, BRI Danareksa Sekuritas mengestimasi margin laba kotor sektor pertambangan logam berada di angka 26%, margin laba usaha di angka 21,7%, dan margin laba bersih di angka 16%.

Estimasi itu lebih rendah ketimbang triwulan I-2026 yang masing-masing menyentuh 27,3%, 23,6%, dan 17,4%, sehingga memperlihatkan penurunan margin berkisar 130-190 basis poin (bps) secara kuartalan.

“Penurunan itu disebabkan oleh melemahnya penyerapan biaya tetap serta masih tingginya biaya bahan baku,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Andhika Audrey dalam risetnya, Rabu (8/7/2026).

Margin keuntungan diestimasi mulai kembali ke angka yang lebih wajar, seiring masih tingginya beban bahan bakar dan sulfur. 

Dari korporasi yang diamati BRI Danareksa Sekuritas, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diprediksi menjadi perusahaan yang tetap sanggup mencatatkan kenaikan keuntungan secara kuartalan.

“Lonjakan biaya pada kuartal II-2026 terjadi di berbagai komponen, meski intensitasnya mulai berbeda menjelang akhir kuartal,” sebut Andhika.

BRI Danareksa Sekuritas mengestimasi beban biaya bahan bakar bakal berangsur turun pada paruh kedua 2026, sejalan dengan pulihnya jalur pengiriman minyak mentah melewati Selat Hormuz, serta bertambahnya kuota produksi OPEC+.

“Dengan kondisi tersebut, harga minyak Brent diperkirakan kembali mendekati level sebelum konflik pada awal Juli,” jelas dia.

Sebaliknya, beban biaya sulfur diproyeksikan masih berlangsung lebih lama. Selat Hormuz mengontrol hampir separuh distribusi sulfur global lewat jalur laut, sedangkan China membatasi ekspor asam sulfat sejak Mei.

Beban biaya terkait sulfur diestimasi masih tetap tinggi sampai triwulan III-2026, sebelum perlahan turun pada masa berikutnya.

Rekomendasi dan Target Harga Saham

BRI Danareksa Sekuritas mengestimasi kenaikan keuntungan pada triwulan II-2026 masih berpusat pada emiten-emiten tertentu saja. AMMN diproyeksikan meraup kenaikan laba bersih sebesar 63% qoq, sedangkan INCO sebesar 44% qoq.

Mengacu pada proyeksi laba triwulan II-2026, tingkatan emiten pilihan BRI Danareksa Sekuritas, ialah Amman Mineral Internasional (AMMN) > Vale Indonesia (INCO) > Bumi Resources Minerals (BRMS) > Merdeka Battery Materials (MBMA) > Trimegah Bangun Persada (NCKL) > Antam (ANTM) > Timah (TINS).

Namun, saat rentang risetnya dilebarkan sampai paruh kedua 2026, urutan kesukaannya bergeser menjadi ANTM > TINS > AMMN > INCO > NCKL > MBMA > BRMS.

Pergeseran tersebut diakibatkan oleh tingkat optimisme terhadap pencapaian target laba, daya tahan dari risiko kebijakan, serta transparansi eksekusi operasional.

BRI Danareksa Sekuritas menyarankan beli saham AMMN, ANTM, BRMS, INCO, MBMA, NCKL, dan TINS.

Patokan harga saham AMMN sebesar Rp 6.000, ANTM Rp 4.800, BRMS Rp 1.100, INCO Rp 8.000, MBMA Rp 880, NCKL Rp 1.300, dan TINS Rp 4.500.

BRI Danareksa Sekuritas memisahkan antara pergerakan kenaikan keuntungan jangka pendek dengan level kepastian realisasi target keuntungan dalam jangka menengah.

BRI Danareksa Sekuritas lebih memilih metode investasi yang spesifik pada saham tertentu ketimbang mengambil risiko ke seluruh sektor secara merata, sembari menjaga rekomendasi overweight untuk taktik tiga bulan ke depan.

Reporter: Ibtihal