Pemerintah Kucurkan Subsidi Rp 233 Triliun pada Semester I-2026

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: KOMPAS.com)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 08 Juli 2026 | 14:04:58 WIB

JAKARTA – Pihak pemerintah telah mencairkan dana subsidi beserta kompensasi senilai Rp 233 triliun di sepanjang paruh pertama tahun 2026, atau setara dengan 52,1% dari pagu yang ditetapkan dalam APBN 2026. 

Jumlah tersebut memperlihatkan lonjakan sebesar 44,4% jika dikomparasikan dengan capaian di kurun waktu yang sama pada tahun sebelumnya yakni senilai Rp 161,4 triliun, sejalan dengan langkah perlindungan terhadap daya beli warga.

Bila dirinci dari keseluruhan capaian tersebut, alokasi untuk subsidi menyentuh Rp 116 triliun, sementara untuk instrumen kompensasi berada di angka Rp 116,9 triliun.

“Subsidi dan kompensasi sampai dengan semester I tahun 2026 telah terealisasi sebesar Rp 233 triliun atau 52,1% dari APBN, untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR di Gedung DPR, Selasa (7/7/2026).

Purbaya memaparkan, melonjaknya realisasi subsidi dan kompensasi ini turut dipicu oleh dinamika harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP), fluktuasi kurs mata uang rupiah, dan juga merangkaknya kuantitas distribusi bahan bakar minyak (BBM), LPG ukuran 3 kilogram, serta pasokan listrik yang disubsidi.

Di samping itu, peningkatan pada penyaluran subsidi nonenergi pada dasarnya dipicu oleh bertambahnya pengeluaran untuk subsidi pupuk. "Sedangkan realisasi subsidi non-energi terutama dipengaruhi oleh meningkatnya pembayaran subsidi pupuk," kata Purbaya.

Dari aspek operasional distribusi, hampir seluruh sektor komoditas maupun program jaminan subsidi memperlihatkan grafik kenaikan jika dikomparasikan dengan realisasi di periode yang sama pada tahun lalu.

Kuantitas penyaluran untuk BBM bersubsidi merangkak naik sebesar 7,8%, komoditas LPG 3 kilogram meningkat 2,0%, total nasabah listrik penerima subsidi bertambah 2,1%, jumlah pupuk bersubsidi melesat tajam hingga 21,4%, dan total nasabah penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) mengalami kenaikan sebesar 3,6%.

Reporter: Ibtihal