Kejar Target Sawit, Agrinas Palma Rekrut 20.000 Karyawan Baru

Ilustrasi perkebunan sawit. (Foto: Istimewa)
Penulis: Ibtihal
Selasa, 07 Juli 2026 | 08:53:49 WIB

JAKARTA — PT Agrinas Palma Nusantara membuka kesempatan kerja bagi lebih dari 20.000 orang hingga periode Agustus 2026. 

Kebijakan ini dieksekusi demi memacu pencapaian target produksi di area perkebunan kelapa sawit sitaan negara yang berada di bawah tata kelola mereka. 

Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani menguraikan bahwa pembenahan susunan tim bertindak sebagai fokus esensial saat ini. 

Transformasi besar mesti digulirkan lantaran korporasi ini pada mulanya bergerak pada sektor konstruksi (perusahaan karya), sebelum pada akhirnya diamanatkan untuk mengelola sektor perkebunan. 

“Pertama menyusun organisasi dulu di korporasi perkebunan. Insyaallah bulan Juli ini seluruh tenaga manajemen yang dibutuhkan akan kita penuhi,” ujarnya, Senin (6/7/2026). 

Ghani memperinci bahwa kuota lowongan itu meliputi 1.844 staf pimpinan, 9.500 pengawas mandor, serta 11.000 pemanen buah. Pihak perusahaan berkomitmen memprioritaskan masyarakat lokal di sekitar area perkebunan yang terhampar dari wilayah Aceh hingga Papua. 

Penambahan SDM ini teramat krusial lantaran total hamparan lahan yang mesti dikelola terhitung sangat luas. Saat ini, Agrinas Palma menguasai 4,11 juta hektare lahan hasil sitaan negara, dengan porsi area yang telah ditanami kelapa sawit baru berkisar 729.677 hektare. 

Dampak dari proses transisi lini bisnis dari konstruksi ke sektor sawit, perolehan laba bersih perusahaan sepanjang 2025 tercatat baru menyentuh Rp2,7 miliar. Walakin, Ghani optimistis kehadiran para tenaga kerja anyar pada Agustus mendatang bakal mendongkrak rapor performa di paruh kedua tahun ini.

“Kalau di Maret kita hanya separuh dari target, bulan Mei sudah tinggal 25%. Juni mungkin tinggal 15% dan bulan Agustus kita sudah akan mencapai target,” ucapnya.

Bersandarkan laporan operasional korporasi, Gani menjabarkan bahwa dari akumulasi total 4,11 juta hektare lahan yang terbentang dari Aceh hingga Papua, sebanyak 1,7 juta hektare masuk dalam daftar penyerahan fase I sampai V yang statusnya telah terverifikasi. 

Dari kuota lahan terverifikasi itu, kawasan yang telah ditanami kelapa sawit baru menyentuh 729.677 hektare, sedangkan bagian selebihnya bertindak sebagai lahan non-sawit. Pada fase ini, pihak perseroan juga sedang merampungkan proses verifikasi sisa area seluas 2,5 juta hektare. 

Adapun aset-aset tersebut diperoleh lewat tiga instrumen penegakan hukum, yakni lahan inkrah PT Turganda di Sumatra Utara seluas 48.000 hektare, lahan sitaan perkara Duta Palma di Riau dan Kalimantan Barat yang kini masih bergulir di meja pengadilan, serta lahan yang diamankan oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).

Reporter: Ibtihal