Prospek Saham CNMA Semester Dua 2026: Efek Film Blockbuster Marvel

ILUSTRASI, Film blockbuster Marvel diperkirakan mendongkrak kinerja saham CNMA pada semester dua 2026. (Sumber Gambar : Net)
Senin, 06 Juli 2026 | 19:31:33 WIB

JAKARTA – Berbagai judul film blockbuster Hollywood, mulai dari Spider-Man: Brand New Day hingga Avengers: Doomsday, diprediksi menjadi pendorong kinerja bagi perusahaan pengelola Cinema XXI, yaitu PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), pada semester dua 2026.

Kehadiran jajaran film tersebut diyakini mampu meningkatkan angka kunjungan penonton bioskop, setelah capaian pada paruh pertama tahun ini sempat tertekan akibat kurangnya film internasional yang menarik.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, analis Indo Premier Sekuritas, Andrianto Saputra dan Nicholas Bryan, dalam riset tertanggal 2 Juli 2026 menyatakan bahwa paruh kedua tahun ini akan didukung oleh daftar film internasional yang jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan semester pertama.

Situasi tersebut diproyeksikan mampu mendongkrak jumlah penonton, harga tiket rata-rata, serta pendapatan dari penjualan makanan dan minuman di gerai bioskop.

Mereka menilai bahwa penurunan kinerja CNMA pada kuartal dua 2026 lebih banyak dipicu oleh minimnya film internasional unggulan, di samping performa film lokal yang tidak sekuat periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data dari Cinepoint, jumlah penonton bioskop pada kuartal dua 2026 diperkirakan berada di angka 31 juta orang, yang berarti turun 24 persen dibandingkan periode serupa tahun lalu.

Dengan asumsi pangsa pasar CNMA bertahan di angka 70 persen, jumlah penonton perseroan diprediksi mencapai 22 juta orang.

Penurunan tersebut juga dipengaruhi oleh basis perbandingan yang tinggi pada kuartal dua 2025, saat film lokal seperti Jumbo, Pabrik Gula, dan Komang berhasil meningkatkan total penonton hingga 28,6 juta, melampaui rata-rata tiga tahun terakhir sebesar 22,8 juta.

Walaupun demikian, Indo Premier mencatat bahwa pangsa pasar film lokal selama semester satu 2026 justru menguat ke angka sekitar 70 persen, dari 62 persen pada 2025.

Di sisi lain, strategi CNMA dalam menawarkan pilihan makanan dan minuman dengan harga lebih terjangkau di pusat perbelanjaan kelas dua dan tiga diprediksi mampu menaikkan rasio penjualan makanan dan minuman terhadap pendapatan box office menjadi sekitar 56 persen pada kuartal dua 2026, dari 54,3 persen di tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, Indo Premier memperkirakan laba bersih CNMA pada kuartal dua 2026 mencapai Rp146 miliar.

Dengan demikian, realisasi laba semester satu 2026 diperkirakan baru mencapai kisaran 17-18 persen dari target tahunan Indo Premier atau konsensus, yang masih di bawah rata-rata tiga tahun sebesar 41 persen.

Meskipun awal tahun ini berjalan cukup lambat, Indo Premier memandang prospek semester dua jauh lebih menjanjikan.

Kehadiran berbagai film blockbuster internasional, utamanya dari Marvel seperti Spider-Man: Brand New Day dan Avengers: Doomsday, diperkirakan akan meningkatkan kontribusi film internasional hingga sekitar 50 persen terhadap total pasar bioskop pada semester dua 2026.

Selain dua judul Marvel tersebut, paruh kedua 2026 juga akan diisi oleh deretan film blockbuster lainnya, seperti The Odyssey, Resident Evil, The Hunger Games: Sunrise on the Reaping, serta seri terbaru Jumanji.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, Indo Premier tetap mempertahankan rekomendasi beli (buy) untuk saham CNMA dengan target harga Rp165 per unit.

Mereka berpendapat bahwa pelemahan laba di semester pertama telah banyak terefleksi pada harga saham yang sudah terkoreksi sekitar 27,3 persen sejak awal tahun.

Lebih lanjut, perseroan juga berencana untuk menjaga rasio pembayaran dividen sebesar 100 persen, yang diproyeksikan memberikan imbal hasil dividen sekitar 9,7 persen untuk tahun buku 2027.

Meski demikian, Indo Premier memberikan catatan bahwa risiko utama terhadap proyeksi tersebut adalah jika performa film-film internasional ternyata tidak memenuhi ekspektasi pasar.

Reporter: Gemilang Ramadhan